KBRI Diteror, Indonesia Minta Aparat Nigeria Investigasi

Indonesia sudah melaporkan teror yang diterima KBRI di Abuja, Nigeria.

Kamis, 14 Mei 2015 08:05 WIB

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Foto: Antara

KBR, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Indonesia sudah melaporkan teror yang diterima KBRI di Abuja, Nigeria. Saat ini, Kepolisian setempat masih menginvestigasi siapa pengirim surat ancaman tersebut. Indonesia pun meminta agar pengamanan KBRI di Abuja diperketat.

“Kita menerima itu hari Senin kalau tidak salah, pukul 09.00 melalui amplop tertutup yang dikirimkan ke KBRI. Dan isinya adalah ancaman. Kita segera tindak lanjuti, kita laporkan pada aparat yang berwenang di Nigeria dan sekarang sedang diinvestigasi. Jadi kita berlakukan sebagaimana mestinya,” kata Retno di Kantor Presiden, Rabu (13/5/2015).

Sebelumnya, KBRI di Abuja, Nigeria menerima surat ancaman berbahasa inggris. Dalam surat itu, pengirim yang menyebut dirinya M.O.G memperingatkan Pemerintah Indonesia untuk segera berhenti membunuh warga Nigeria. Dalam surat itu juga disebutkan sejumlah nama staf KBRI di Abuja yang diancam. Kementerian Luar Negeri menyebut hal serupa belum lama ini juga terjadi pada KBRI di Canberra, Australia.


Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.