Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar Bertemu Bahas Krisis Migran

Pertemuan tersebut akan membahas krisis migran di Samudera Hindia. Pasalnya, ribuan orang terdampar di luat pasca kekerasan yang menimpa etnis Rohingya.

Jumat, 29 Mei 2015 08:20 WIB

Petugas UNHCR berdialog bersama para imigran etnis Rohingya, Myanmar di lokasi penampungan Imigrasi kelas I khusus Medan, Sumatera Utara. ANTARA NEWS

KBR - Sebuah pertemuan dari perwakilan pemerintah Thailand, Malaysia, Myanmar dan Indonesia serta NGO akan berlangsung di Bangkok hari ini. Pertemuan tersebut akan membahas krisis migran di Samudera Hindia. Pasalnya, ribuan orang terdampar di luat pasca kekerasan yang menimpa etnis Rohingya.

Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) pun memuji pertemuan tersebut dan bakal menyamakan pandangan dalam pertemuan khusus itu.

Dalam pertemuan itu, para perwakilan pemerintah bakal meminta UNHCR memisahkan antara pencari suaka ekonomi seperti warga Bangladesh dengan etnis Rohingya yang menjadi korban kekerasan dan perdagangan manusia.

Nantinya pertemuan itu akan menentukan solusi jangka panjang atas krisis migran yang tengah berlangsung. (CNA) 


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.