Eksekusi Mary Jane Ditunda, Presiden Filipina Ucapan Terima Kasih

Presiden Filipina Benigno Aquino melayangkan surat ucapan terima kasih kepada Indonesia atas penangguhan eksekusi mati terhadap warga negaranya, Mary Jane Fiesta Veloso.

Jumat, 01 Mei 2015 09:52 WIB

Sejumlah buruh migran melakukan aksi di Tol Reformasi Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO

KBR - Presiden Filipina Benigno Aquino melayangkan surat ucapan terima kasih kepada Indonesia atas penangguhan eksekusi mati terhadap warga negaranya, Mary Jane Fiesta Veloso. Surat tersebut ditujukan ke Presiden Joko Widodo Kamis kemarin.

Aquino mengatakan, berterima kasih kepada pemerintah Indonesia untuk kecepatan merespon suratnya. Permohonan penangguhan itu, kata dia, muncul pada tengah hari waktu setempat dan langsung dikomunikasikan kepada Menteri Luar Negeri Indonesia kemudian disampaikan langsung ke Presiden Jokowi.

Sebelumnya, hukuman mati Mary Jane ditangguhkan pada menit-menit terakhit eksekusi Rabu dini hari lalu. Penangguhan itu terjadi lantaran adanya bukti baru terkait peninjauan ulang kasus perdagangan manusia perekrut Mary, Maria Kristina Sergio. Penyelidikan dan kesimpulannya akan membantu menentukan dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pengedaran narkoba dan penyelundupan manusia. (AFP)


Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang