Duchess of Cambridge Kate Middleton Melahirkan Anak Perempuan

Anak keduanya ini berada di urutan keempat tahta kerajaan Inggris.

Sabtu, 02 Mei 2015 17:35 WIB

Kate Middleton, Pangeran Williams (Foto: Today Show)

Duchess of Cambridge Kate Middleton dan Pangeran Williams (Foto: Today Show)

Duchess of Cambridge Kate Middleton melahirkan anak keduanya, yaitu seorang bayi perempuan, hari ini, Sabtu (2/5/2015).

Persalinan dilakukan di Rumah Sakit St. Mary, London, tempat yang sama tempat Kate melahirkan anak pertamanya, Pangeran George pada Juli 2013. 

Anak kedua Duchess of Cambridge dan Pangeran Williams ini berada di urutan keempat tahta kerajaan. Baik Kate Middleton maupun putrinya dilaporkan dalam kondisi sehat. 

Pernyataan resmi dari Istana Kensington menyebutkan kalau Ratu Inggris, Duke of Edinburgh, The Prince of Wales, The Duchess of Cornwall, Pangeran Harry dan anggota keluarga dari kedua belah pihak telah mendapat kabar kelahiran yang penuh suka cita ini. 

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan resmi, Pangeran Charles, mertua dari Kate Middleton, mengaku berharap mendapat cucu perempuan. (BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.