Dibebaskan, Ini Pengakuan Sandera Boko Haram

Para perempuan tersebut mengatakan, anggota kelompok militan Islam mulai melempari batu ketika tentara Nigeria mendekat untuk membebaskan mereka.

Senin, 04 Mei 2015 08:20 WIB

Tentara Angkatan Bersenjata Nigeria berbicara dengan sejumlah sandera wanita dan anak-anak yang dibebaskan dari Boko Haram, di Yola, dalam foto diberikan pada Rabu (29/4). ANTARA FOTO/REUTERS

KBR - Bekas sandera yang dibebaskan dari militan Boko Haram di Nigeria memberikan kesaksian mengejutkan. Menurut mereka, beberapa sandera dirajam dengan batu hingga mati. Para perempuan tersebut mengatakan, anggota kelompok militan Islam mulai melempari batu ketika tentara Nigeria mendekat untuk membebaskan mereka. Mereka mengatakan, beberapa sandera tewas akibat lemparan batu, namun tidak diketahui jumlah persis korban jiwa tersebut. 

Sebelumnya, sekitar 300 sandera perempuan dan anak-anak berhasil dibebaskan dari kawasan hutan Sambisa dalam operasi yang digelar untuk menggempur garis pertahanan Boko Haram. Tentara Nigeria mengatakan sudah membebaskan lebih dari 700 sandera sepanjang pekan lalu. (BBC)

Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.