Mohammed Morsi. Foto: Antara

KBR - Berbagai lembaga dan negara mengecam tuntutan Pengadilan Mesir yang menjatuhkan hukuman mati pada bekas Presiden Mohammed Morsi yang digulingkan militer. Pengadilan mengukum mati Morsi dan lebih dari 100 pendukungnya terkait kasus bobolnya penjara pada 2011 silam. 

Lembaga pemantau HAM Amnesty International mengecam tuntutan tersebut dan menyebut hukuman mati telah menjadi alat kegemaran pemerintah Mesir membersihkan oposisi politiknya. Sementara Pemerintah Amerika Serikat mengatakan, secara konsisten menentang pengadilan dan hukuman massal yang diselenggarakan tidak tertib hukum. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding langkah tersebut mengisyaratkan kemunduran demokrasi dan pemerintah El-Sissi kembali ke era lama Mesir. (BBC) 

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!