AL Tiongkok Usir Pesawat Pengintai AS dari Laut Cina Selatan

Peringatan agar segera meninggalkan lokasi itu, dilontarkan hingga delapan kali.

Kamis, 21 Mei 2015 12:11 WIB

P-8A Poseidon. Foto: Antara

KBR - Angkatan Laut Tiongkok memperingatkan pesawat pengintai Amerika Serikat yang terbang di atas pulau di wilayah sengketa Laut Cina Selatan. Peringatan agar segera meninggalkan lokasi itu, dilontarkan hingga delapan kali. Pada tahap perama, setelah pilot Amerika menanggapi dengan mengatakan pesawatnya terbang di rute udara internasional. Kemudian dijawab operator radio Tiongkok dengan nada kesal, yang menyebut bahwa wilayah itu adalah milik angkatan laut negaranya, diikuti dengan seruan untuk meninggalkan lokasi: "Ini adalah wilayah Angkatan Lau Tiongkok. Kalian Pergi!"

P8-A Poseidon adalah pesawat pengintai tercanggih militer AS yang terbang di titik terendah dengan ketinggian 15.000 kaki atau 4500 meter. Peringatan itu serupa dengan peristiwa baru-baru ini untuk pesawat militer Filipina. Tiongkok juga meminta mereka meninggalkan daerah sekitar kepulauan Spratly di Laut China Selatan. (CNA/ Reuters) 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing