Ilustrasi: Anak-anak yang mengungsi dari kota Raqqa bermain di sebuah kamp di Ain Issa, gubernuran Raqqa, Suriah, Sabtu (1/4). (Foto: Antara)

KBR- Presiden Amerika Serikat Donald Trump Kamis   (6/4) malam waktu setempat memerintahkan untuk menyerang Suriah. Serbuan ini  disebut untuk  menanggapi serangan kimia terhadap warga sipil di Idlib yang menewaskan sedikitnya 100 orang.

Trump mengatakan, "Saya serukan pada seluruh negara beradab untuk  bergabung dengan kami mengakhiri pembantaian dan pertumpahan darah di Suriah."

Reporter VOA Eva Mazrieva mencatat, Serangan militer negeri Abang Sam ini  menargetkan pangkalan udara Shayrat di Homs yang diduga menjadi tempat peluncuran senjata kimia.  Sedikitnya 50 rudal Tomahawk diluncurkan dari 2 kapal perusak Angkatan Laut AS di Laut Tengah ke arah barat Suriah.

Voa sebelumnya menulis pasukan  Suriah yang didukung Amerika telah mengepung kota Tabqa – di bagian utara Suriah – yang merupakan benteng ISIS. Pengepungan dilakukan  dua minggu setelah pesawat Amerika menerbangkan pasukan ke belakang garis militan itu untuk menjadi ujung tombak serangan besar di dekat Raqqa, ibukota de facto ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah merebut daerah Safsafeh Rabu malam (5/4) setelah mengepung kota itu, demikian menurut juru bicara Cihan Sheikh Ehmed.  Kelompok Pemantau HAM Suriah yang berkantor di Inggris dan memonitor dengan seksama konflik itu, mengukuhkan pernyataan itu.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!