Walikota New York Ikut Larang Konsumsi Tembakau Kunyah di Stadion

Demi memastikan anak muda tak terpengaruh kebiasaan tersebut.

Kamis, 07 Apr 2016 23:57 WIB

Yankee Stadium

Yankee Stadium (foto: Dailynews)

KBR - Pemerintah Kota New York Amerika Serikat melarang penggunaan tembakau kunyah di arena olahraga, seperti di Yankee Stadium atau di Citi Field.

New York menambah banyak kota di Amerika yang mengeluarkan larangan terhadap tembakau kunyah. 

Di Amerika, terutama para pemain di Major League Baseball punya kebiasaan mengunyah tembakau dan meludahkan tembakau di depan anak-anak yang memuja para pemain baseball.

Walikota New York Bill de Blasio telah menandatangani peraturan itu. Peraturan itu melarang penggunaan tembakau tanpa asap atau tembakau kunyah di arena olahraga dan juga tempat-tempat rekreasi. 

Larangan itu langsung berlaku pada pertandingan baseball yang digelar Rabu malam di Yankee Stadium. 

"Generasi muda kita melihat dengan seksama ke para atlet pujaan mereka. Jadi kita mengambil langkah maju ke depan, memastikan anak-anak muda kita tidak terpengaruh oleh kebiasaan berbahaya itu," kata de Blasio.

Pada Mei 2015 lal, San Fransisco menjadi kota pertama di Amerika yang melarang penggunaan tembakau kunyah di lapangan atu stadion olahraga, termasuk di lapangan AT&T yang menjadi markas "Giants" tim baseball kebanggaan kota itu. Aturan larangan di San Francisco mulai berlaku 1 Januari 2016 lalu.

Peraturan di San Fransisco itu merupakan bagian dari desakan “kampanye anak-anak bebas tembakau” yang berawal di Washington DC dan sekaligus menarget kota California untuk mempromosikan upaya anti-merokok.

Setelah itu larangan serupa juga dikeluarkan di Boston, Chicago dan Los Angeles. 

Berdasarkan penelitian di Universitas California, San Fransisco, ternyata hampir 15 persen anak laki-laki di SMA Amerika menggunakan tembakau tanpa asap atau tembakau kunyah. 

Penggunaan ini jauh lebih tinggi di antara pelajar yang mengikuti olahraga terorganisir, dibanding non-atlet. Penggunaan tembakau tanpa asap ditengarai meningkatkan risiko kanker, penyakit gusi dan ketergantungan pada nikotin. (Reuters/VOA/CNN)

Editor: Citra Dyah Prastuti 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.