Setelah 36 Tahun, Korea Utara Akan Gelar Kongres Partai Buruh

Partai Buruh adalah satu-satunya partai yang juga mengatur segala kebijakan pemerintah.

Rabu, 27 Apr 2016 10:22 WIB

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Antara Foto

KBR -  Korea Utara akan menggelar Kongres Partai Buruh pada 6 Mei mendatang. Ini merupakan kongres pertama setelah yang sebelumnya digelar 36 tahun yang lalu. Di negara itu, Partai Buruh adalah satu-satunya partai yang juga mengatur segala kebijakan pemerintah.

Kongres terakhir digelar 1980 oleh kakek Kim Jong-un, pendiri Korea Utara. Sementara ayah Kim Jong-un tidak pernah menggelar kongres selama memimpin negara itu sebelum akhirnya wafat 2011 silam.

Channel News Asia melaporkan, kongres ini diperkirakan para ahli akan mensahkan kebijakan "byongjin" atau pertumbuhan ekonomi dan kemampuan senjata nuklir. Korea Utara telah mengadakan uji coba keempat untuk nuklirnya pada Januari lalu, meski dia sedang disanksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB telah melarang negara ini menggunakan teknologi balistik. (CNA) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau