Kartun Panama Papers yang dibuat oleh media Vox.com (Foto: Vox.com)

Kartun Panama Papers yang dibuat oleh media Vox.com (Foto: Vox.com)

KBR, Jakarta – Dunia tengah membicarakan soal dugaan penggelapan uang dari hasil investigasi berjudul Panama Papers. Laporan ini berisi kebocoran dokumen finansial dari sebuah firma hokum asal Panama, Mossack Efonseca. Data itu dirangkum dalam hasil investigasi organisasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), sebuah koran Jerman Süddeutsche Zeitung dan lebih dari 100 organisasi pers di seluruh dunia. 

Dari data itu terungkap bagaimana dunia offshore atau dunia tanpa pajak. Setidaknya ada 128 politikus dan pejabat publik dari seluruh dunia, tak terkecuali dari Indonesia, yang namanya tercantum dalam jutaan dokumen yang bocor ini.

Media Vox.com memberikan gambaran tentang kebocoran dokumen dan “dunia tanpa pajak” ini lewat serangkaian kartun yang menarik. Kasus ini bagi banyak orang terasa membingungkan, apalagi ini menyangkut 11 juta dokumen internal dengan ukuran 2,6 terrabyte (TB). Kartun ini diambil dari karya Dan Gliessck.

Dan menggunakan ilustrasi celengan untuk menggambarkan apa yang terjadi di Panama: bagaimana sejumlah orang membuat perusahaan di Panama untuk menyimpan aset keuangan yang menutupi identitas dari pemilik aslinya.

Tokoh yang digambarkan dalam kartun ini adalah seorang anak kecil yang menyimpan sejumlah uang dalam celengannya. Namun sang ibu selalu mengecek seberapa banyak uang yang disimpan, juga mengambil sebagian uang tersebut. Si anak tak suka, lantas ia membeli celengan lain dan menyimpan celengan yang baru itu di rumah temannya, Johnny. 


Anak-anak lain menyukai gagasan itu dan mengikuti jejak si anak. Lantas banyak anak menaruh celengan mereka di rumah Johnny. Namun suatu hari ibunda Johnny menemukan celengan-celengan tersebut dan melaporkan kepada semua orangtua anak pemilik celengan. Ini adalah yang terjadi dengan laporan Panama Papers – yaitu kebocoran dokumen.

Digambarkan juga dalam kartun tersebut bahwa anak-anak yang menaruh celengan di rumah Johnny belum tentu melakukan hal yang buruk. Bisa saja anak tersebut betul-betul hanya ingin menyimpan uangnya, namun ada juga yang celengan tersebut berisi uang yang dicuri dari ibunya atau hal lainnya. Meski begitu, menyimpan celengan di rumah Johnny digambarkan sebagai sesuatu yang salah karena celengan rahasia itu tidak dibolehkan.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!