Seorang anggota oposisi membawa spanduk dengan tulisan

KBR - Kepolisian Brazil meminta klub sepakbola Corinthians memajukan jadwal pertandingan melawan Red Bull dalam laga perempat final liga Campeonato Paulista Serie A1, yang merupakan liga kasta tertinggi di Brazil. Pertandingan itu sebelumnya dijadwalkan Minggu, 17 April 2016. Namun pada hari yang sama rencananya akan ada demonstrasi besar.

Demonstrasi itu akan mewarnai proses politik di mana anggota Konres akan mulai melakukan pemungutan suara untuk menggulingkan Presiden Brazil, Dilma Rousseff.

Federasi Sepakbola Sao Paolo (wilayah markas Corinthians) memenuhi permintaan tersebut. Mereka memajukan pertandingan Corinthians melawan Red Bull Brasil pada Sabtu, 16 April 2016. "Perubahan jadwal itu atas permintaan dari Polisi Militer dan Televisi Globo, karena acara demonstrasi rencananya digelar hari Minggu dan negeri ini sedang melewati masa sulit," demikian pernyataan yang dikutip KBR dari Federasi Sepakbola Sao Paolo.

Sampai saat ini, tidak ada penjelasan mengapa stasiun televisi Globo turut mengajukan perubahan jadwal. Pejabat di pemerintahan Presiden Rousseff menuding televisi Globo itu memusuhi pemerintahan dan berharap bisa menyiarkan secara live proses pengambilan keputusan impeachment di Kongres.

Jajak pendapat di Brazil menunjukkan dua per tiga warga negara itu mendukung proses pelengseran Presiden Rousseff. Warga menyalahkan pemerintah atas resesi ekonomi di negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa analis menyebutkan dalam perdebatan di televisi kemungkinan suara pendukung impeachment akan meningkat.

Awal pekan ini Komite Kongres Brazil merekomendasikan impeachment terhadap Presiden Dilma Rousseff. Dilma dianggap melanggar aturan fiskal dengan menggunakan dana perbankan untuk menutup defisit anggaran.

Presiden Rousseff juga dituduh memanipulasi laporan keuangan agar terpilih lagi dalam pemilihan presiden periode berikutnya. (Reuters/BBC)  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!