Maria Sharapova terbukti menggunakan Meldonium

Maria Sharapova terbukti menggunakan Meldonium (foto: the sun)

KBR - Sekitar 40-an atlet Rusia kini tengah diselidiki otoritas olaraga negara itu, terkait penggunaan meldonium yang dianggap sebagai doping. 

Kantor berita Rusia Interfax memberitakan pernyataan Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko. 

"Kalau bicara meldonium, perhatian kita saat ini terutama adalah bagaimana membuat suasana menjadi tenang kembali dan meminimalkan dampaknya," kata Mutko.

Kasus meldonium menggegerkan dunia olahraga, khususnya di Rusia, setelah petenis andalan negara itu yaitu Maria Sharapova gagal tes doping di turnamen tenis Australia beberapa waktu lalu. 

Sejak Maret, Maria Sharapova dilarang bertanding oleh Federasi Tenis Internasional (ITF), yang berarti kehilangan bagi Rusia.

"Tugas kedua adalah, mendampingi para atlet yang sedang dalam penyelidikan. Ada sekitar 40 orang," kata Mutko.

Maria Sharapova mengatakan ia gagal tes doping karena mengonsumsi obat antinyeri Mildronate, yang juga dikenal sebagai meldonium. Menurut Badan Anti Doping Dunia (WADA), meldonium merupakan obat terlarang.

Namun menurut Sharapova, ia sudah mengonsumsi Mildronate sejak 2006 atau 10 tahun lalu. Ia mengaku tidak melihat obat itu masuk dalam daftar obat yang terlarang bagi atlet. Sharapova mengatakan ia tidak tahu bahwa daftar itu sudah diperbarui pada tahun 2016 ini, salah satunya dengan masuknya obat meldonium.

Sharapova mengatakan ia mengonsumsi mildronate karena memiliki beberapa masalah kesehatan. 

"Saya gampang sakit karena kekurangan magnesium, saja juga memiliki irama jantung tak teratur, dan memiliki riwayat diabetes dalam keluarga," katanya.

Di Rusia, meldonium merupakan obat yang biasa dikonsumsi atlet, terutama yang memiliki masalah kesehatan tertentu. 

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengatakan sebelum meldonium dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia, ada ratusan atlet di Rusia yang mengonsumsi meldonium.

"Lebih dari 30 persen atlet Rusia pernah mengonsumsi meldonium sebelumnya," kata Mutko. 

Baru-baru ini bahkan Federasi Hoki Rusia merombak timnas hoki U-18, karena semuanya gagal lolos tes doping. Pelatih tim hoki juga dipecat, dan semua pemain diganti. Para pemain akan diganti dengan anggota timnas Hoki Rusia U-17. (Interfax) 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!