Seorang anggota Tim SAR menarik kaki warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, pasca gempa mengguncang Kota Manta, Ekuador, Minggu (17/4/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Korban jiwa akibat gempa bumi di Ekuador saat ini menembus angka 480 orang. Namun jumlah korban kemungkinan bertambah mengingat masih ada ribuan orang hilang dan kemungkinan tertimbun reruntuhan bangunan.

Pemerintah Ekuador menyebutkan ada sekitar 2000 orang yang masih hilang, dan tim SAR baru berhasil mengevakuasi 300 orang. Hal ini membuat keluarga para korban hilang marah kepada pemerintah yang dianggap lambat mencari kerabat mereka, di hari ketiga pasca gempa.

"Kami punya data 2,000 orang hilang yang harus dicari, namun kami baru menemukan 300. Saat ini jumlah tewas korban 480 orang, dan sekitar 2,560 orang luka," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Ekuador Diego Fuentes.

Gempa tiga hari lalu berkekuatan 7,8 Skala Richter yang mengguncang kawasan pantai barat Ekuador. Daerah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sekitar 480 orang sudah terdata tewas.

Tim SAR dan pemadam kebakaran menggunakan mesin penggali dan anjing pelacak untuk mengendus kemungkinan jenazah atau korban selamat tertimbun reruntuhan. Seorang warga yang berhasil ditarik keluar dari salah satu reruntuhan mengatakan masihada puluhan orang masih terjebak hidup-hidup di lokasi itu.

Ratusan relawan kemanusiaan berdatangan dari negara tetangga untuk menangani para korban serta pencarian korban hilang. Sementara ribuan orang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Lembaga UNICEF memperingatkan ada sekitar 150 ribu anak bakal terdampak bencana gempa. Sejumlah daerah tanpa aliran listrik karena bencana gempa disertai longsor menghancurkan infrastruktur listrik.

Lembaga kemanusiaan seperti UNICEF dan Oxfam mengirim tablet pembersih air dan peralatan penjernih air untuk para pengungsi.

Pemerintah Ekuador menyediakan anggaran sekitar 600 juta USD atau sekitar Rp7,8 triliun untuk dana darurat bencana. Namun, Presiden Rafael Correa mengatakan butuh dana sekitar Rp39 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. (AFP/ABC/CBS) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!