Cina Bangun Mercusuar di Laut Cina Selatan

Menurut pejabat transportasi Cina, bangunan mercusuar ini mampu menyediakan layanan navigasi yang efisien seperti referensi posisi, panduan rute dan informasi keselamatan navigasi untuk kapal.

Kamis, 07 Apr 2016 10:13 WIB

Kepulauan Senkaku yang disengketakan China dari Jepang. Foto Antara

KBR - Cina mulai mengoperasikan mercusuar setinggi 55 meter yang dibangun di salah satu pulau buatan di Laut Cina Selatan.  Pulau ini berada di perairan yang diklaim milik Cina dan tahun lalu kerap dilalui kapal perang AS. Demikian seperti dilaporkan Channel News Asia.

Selain Cina, perairan itu diklaim juga oleh pemerintah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Menurut pejabat transportasi Cina, bangunan mercusuar ini mampu menyediakan layanan navigasi yang efisien seperti referensi posisi, panduan rute dan informasi keselamatan navigasi untuk kapal. Selain itu, dapat meningkatkan manajemen navigasi dan tanggap darurat.

Kementerian Transportasi negeri Tirai Bambu itu juga sebelumnya telah menggelar upacara menandai dimulainya operasi mercusuar pada Subi Reef. Subi Reef adalah sebuah pulau buatan yang dibangun oleh Cina selama setahun, sejak Oktober 2015. Sebelum Cina mengubahnya menjadi sebuah pulau, Subi tenggelam pada saat pasang.

Selain di Subi, Cina memiliki proyek mercusuar pada dua terumbu lain di daerah tersebut, yakni Cuarteron Reef dan Johnson South Reef. (Channel News Asia)


Editor: Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jumat, Luhut Bakal Gelar Rakor Bahas Pulau G

  • Pemkab Nunukan Usulkan Penambahan Tabung Gas LPG 12 Kg
  • Bangladesh Larang Rohingya Beli Kartu SIM Seluler
  • Milik Cidera Lagi