77 Orang Tewas Akibat Gempa Ekuador

Jumlah korban tewas itu bertambah dari data sebelumnya yang menyebut 41 orang tewas menyusul gempa berkekuatan 7,8 magnitudo yang mengguncang negeri itu.

Minggu, 17 Apr 2016 17:40 WIB

Ilustrasi gempa. Antara Foto

KBR, Jakarta - Sebanyak 77 orang dilaporkan tewas akibat  gempa 7,8 Skala Ritcher yang mengguncang barat laut pantai pasifik Ekuador. Sementara itu, tak kurang dari 570 orang yang terluka. Jumlah korban tewas itu bertambah dari data sebelumnya yang menyebut 41 orang tewas menyusul gempa berkekuatan 7,8 magnitudo yang mengguncang negeri itu.

Dalam pernyataan pertamanya, Wakil Presiden Ekuador, Jorge Glas memang menyebutkan bahwa besar kemungkinan jumlah korban tewas tersebut bakal bertambah, sejalan dengan proses evakuasi yang dilakukan. Survei Geologi AS mengatakan gempa dangkal yang terkuat dalam beberapa dekade, berpusat di 27 kilometer sebelah selatan tenggara dari Muisne, daerah pelabuhan perikanan yang berpenduduk jarang, tetapi populer dengan turis.

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan besar di Guayaquil, kota terpadat kedua di negara itu. Warga di kota-kota terdekat di evakuasi sebagai langkah pencegahan. Keadaan darurat telah dinyatakan di enam provinsi. Akibat gempa, bandara di Manta juga ditutup setelah menara kontrol runtuh dan melukai pejabat angkatan udara. Bendungan Hidroelktrik dan jaringan pipa minyak di negara itu juga ditutup, sebagai bentuk pencegahan.

Presiden Rafael Correa mengatakan situasi darurat berada di wilayah Esmeraldas, Los Rios, Manabi, Santa Elena, Guayas, dan Santo Domingo. Guncangan sangat kuat terasa di ibu kota, Quito. (Aljazeera/berbagai sumber) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.