Sepuluh Negara Pembungkam Wartawan

CJP menyatakan, negara-negara itu telah melecehkan dan memenjarakan wartawan serta menyensor internet untuk membungkam mereka.

Rabu, 22 Apr 2015 14:48 WIB

ilustrasi

KBR - Sepuluh negara masuk dalam daftar negara paling ketat yang membatasi kerja media, versi Komisi Perlindungan untuk Wartawan (CJP). Eritrea dan Korea Utara adalah dua negara teratas dalam daftar tersebut. 

CJP menyatakan, negara-negara itu telah melecehkan dan memenjarakan wartawan serta menyensor internet untuk membungkam mereka. Wartawan di sepuluh negara itu kerap menjalani hukuman penjara. 

Tiongkok, adalah negara yang paling banyak memenjarakan wartawannya yaitu sebanyak 44 orang. CJP juga melaporkan tentang Iran yang menggunakan penangkapan massal dan dilakukan tanpa landasan hukum. 

Pembungkaman kepada wartawan juga dilakukan dengan mengasingkan mereka secara paksa. 

Sepuluh negara yang paling ketat membatasi pers menurut CJP adalah Eritrea, Korea Utara, Arab Saudi, Ethiopia, Azerbaijan, Vietnam, Iran, Tiongkok, Myanmar, dan Kuba. Daftar itu merupakan bagian dari laporan tahunan Komite Perlindungan Wartawan yang akan disampaikan selengkapnya pada Senin pekan depan.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.