Seorang Pria Dipenjara Karena Mengotori Potret Mao

Seorang pria dihukum penjara 14 bulan karena memercikkan tinta ke potret wajah pemimpin revolusi Komunis Tiongkok, Mao Zedong di Beijing.

Kamis, 23 Apr 2015 08:36 WIB

ilustrasi

KBR - Seorang pria dihukum penjara 14 bulan karena memercikkan tinta ke potret wajah pemimpin revolusi Komunis Tiongkok, Mao Zedong di Beijing. 

Menurut suratkabar The Legal Evening News. pengadilan Beijing menghukum Sun Bing, 42 tahun, karena mengganggu ketertiban umum. Ia melakukan tindakannya di alun-alun Tiananmen, Beijing, 6 Maret lalu, saat parlemen sedang bersidang di Aula Agung Rakyat di sisi timur lapangan tersebut. 

Sun tertangkap tangan ketika melakukan tindakannya dan ia mengakui perbuatan itu di pengadilan. Tak disebutkan alasan Sun melakukan hal tersebut. Biasanya, warga Tiongkok yang memiliki keluhan berupaya menarik perhatian di alun-alun itu saat anggota parlemen sedang bersidang. 

Disebutkan bahwa Sun pernah dihukum karena penipuan kartu kredit dan bebas tahun 2013 setelah dipenjara 17 bulan. Potret Mao, pendiri partai Komunis Tiongkok, punya makna politik penting karena menegaskan dirinya sebagai pilar pemerintahan Partai Komunis di di negeri itu. (bbc)

Editor: Antonius Eko  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.