Petinggi Amnesty International Surati Jokowi

Sebanyak 13 direktur Amnesty Internasional menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Mereka meminta penangguhan 10 terpidana mati yang akan dieksekusi.

Selasa, 28 Apr 2015 09:04 WIB

KBR - Sebanyak 13 direktur Amnesty Internasional menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Mereka meminta penangguhan 10 terpidana mati yang akan dieksekusi. 

Surat terbuka itu menyebutkan, direktur-direktur tersebut menulis atas nama tujuh juta pendukung Amnesty International di seluruh dunia dan mengungkapkan keprihatinan atas hukuman mati terpidana narkoba yang diterapkan Indonesia. 

Dalam surat terbuka itu, mereka juga mendesak presiden Jokowi untuk memberikan pengampunan kepada para terpidana mati. 

Menurut Amnesty Internasional, hukuman mati yang diberlakukan Indonesia tidak memberikan efek jera. Lebih lanjut, Amnesty juga meminta Indonesia melakukan moratorium terhadap semua eksekusi mati.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi