Pengusaha Burma Dibebaskan dari Daftar Sanksi AS

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mencabut pengusaha terkenal asal Burma, Win Aung dari daftar sanksi.

Jumat, 24 Apr 2015 12:03 WIB

KBR - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mencabut pengusaha terkenal asal Burma, Win Aung dari daftar sanksi. 

Kepala Kamar Dagang dan Industri Burma, yang merupakan pemilik perusahaan konstruksi Dagon Internasional yang membantu pembangunan Ibukota Naypitaw, resmi dikeluarkan daari daftar Negara dan Orang Terlarang, Kamis (23/4/2015). 

Selain itu, dua perusahaan milik Win Aung juga telah dikeluarkan dari daftar sanksi Departemen Keuangan. Namun pernyataan Deplu AS itu tak merinci alasan pencabutan itu. 

Sebelumnya, menurut kawat rahasia diplomatik AS yang dipublikasi Wikileaks, Win Aung dituduh mengekspor kayu yang diambil dari hutan lindung setelah memenangkan kontrak yang diberikan karena kedekatannya dengan militer.

Editor: antonius Eko 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.