Israel serang sekolah PBB di Gaza

Penyelidikan PBB atas perang di Gaza pada 2014 menyimpulkan bahwa Israel bertanggung jawab atas tujuh serangan atas sekolah PBB yang dipakai sebagai tempat penampungan warga.

Selasa, 28 Apr 2015 08:15 WIB

KBR - Penyelidikan PBB atas perang di Gaza pada 2014 menyimpulkan bahwa Israel bertanggung jawab atas tujuh serangan atas sekolah PBB yang dipakai sebagai tempat penampungan warga. 

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengatakan pihaknya sangat prihatin karena setidaknya 44 warga Palestina tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka akibat aksi Israel tersebut. 

Penyelidikan juga menyimpulkan kelompok-kelompok militan Palestina menyimpan persenjataan di tiga sekolah yang dijalankan badan-badan PBB di Gaza, yang ketika itu kosong atau sedang tidak dipakai. 

Pemerintah Israel mengatakan penyelidikan pidana sudah dimulai terhadap mereka yang terkait dengan serangan-serangan ke sekolah PBB. Perang di Gaza berlangsung selama 50 hari, menewaskan lebih dari 2.260 orang. Dari jumlah tersebut 2100 lebih di antaranya adalah warga Palestina, termasuk 1400an warga sipil. Di pihak Israel, 67 tentara tewas bersama enam warga sipil. (BBC)

Editor: Antonius Eko  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.