Gempa Nepal, 688 Orang Tewas

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, Laxmi Dhakal mengatakan, jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah akibat gempa 7,9 Skala Richter, Sabtu (25/4/2015) siang.

Sabtu, 25 Apr 2015 19:18 WIB

nepal

Kerusakan bangunan akibat gempa di Nepal, Sabtu (25/4/2015). Foto: AP

KBR – Setidaknya sekitar 688 orang tewas dalam gempa bumi besar yang melanda Kathmandu, Ibu Kota Nepal.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, Laxmi Dhakal mengatakan, jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah akibat gempa 7,9 Skala Richter, Sabtu (25/4/2015) siang.

Gempa paling parah dirasakan di Ibu Kota Kathmandu. Sebuah gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter susulan melanda sekitar satu jam kemudian. Gempa susulan lebih kecil terus berlangsung hingga berjam-jam.

Ada laporan soal kehancuran di daerah-daerah terpencil di Himalaya setelah gempa yang berpusat sekitar 50 mil (80 km) kota terbesar kedua di timur Nepal, Pokhara .

Gempa terburuk yang melanda Nepal juga menyebabkan kerusakan di negara tetangga yakni India dan Bangladesh. (AP/Reuter).

Editor: Anto Sidharta 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi