Pengacara duo balinine Julian McMahon (kiri) dan seorang staf kedubes Australia, menunjukan lukisan yang dibuat oleh terpidana mati Myuran Sukumaran, di dermaga penyeberangan Wijaya Pura, Cilacap, Jateng, Sabtu (25/8). ANTARAFOTO

KBR, Jakarta - Australia menarik duta besarnya Paul Grigson dari Indonesia akhir pekan ini.

The Guardian menulis, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, jenazah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan diterbangkan ke Australia untuk dikuburkan.

"Saya bicara dengan keluarga mereka sepanjang malam, dan mereka sangat terpukul. Mereka akan mengeluarkan pernyataan pagi ini," kata Bishop.

"Saya harap bisa membahas lebih jauh soal hubungan dengan Indonesia saat Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson kembali akhir pekan ini."

Penarikan duta besar ini diperkirakan bukan satu-satunya dampak bilateral Australia-Indonesia pasca eksekusi mati. Perdana Menteri Tony Abbott memastikan hubungan antarnegara di level menteri juga akan dibekukan sementara.

"Hubungan tingkat menteri ini sudah ditunda sejak diperkirakan kalau eksekusi bakal tetap terjadi. Hubungan itu telah dibekukan dan akan terus terjadi selama beberapa waktu," jelas Abbott.

"Kami menghormati kedaulatan Indonesia, namun kami sungguh menyesalkan hal ini. Ini bukanlah urusan biasa."

Abbott memahami kalau warga Australia marah soal ini. Meski begitu ia minta warganya menahan diri.

"Hubungan Australia-Indonesia tetap dan akan selalu penting. Saya paham akan kemarahan warga Australia, tapi kita harus berhati-hati supaya situasi tidak tambah buruk."

Menlu Julie Bishop menambahkan, keluarga Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang menjadi perhatian Australia sekarang.

"Kami akan menyediakan berbagai dukungan yang diperlukan untuk mereka. Ini situasi yang sangat buruk untuk keluarga," kata Bishop.

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran ditembak mati di hadapan regu penembak di LP Nusakambangan tengah malam tadi bersama enam orang lainnya. Keduanya ditangkap saat hendak meninggalkan Indonesia dan kedapatan membawa heroin.


Editor: Quinawaty Pasaribu 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!