Tak Bisa Sediakan Data Penyadapan, Petinggi Facebook Ditangkap

Facebook dianggap tidak memenuhi perintah pengadilan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan dari situsnya.

Rabu, 02 Mar 2016 10:09 WIB

KBR - Kepolisian Sao Paolo Brazil menangkap seorang petinggi senior Facebook, dan menahannya di penjara. 

Diego Dzodan adalah wakil presiden Facebook untuk wilayah Amerika Latin. Menurut Juru bicara WhatsApp Matt Steinfeld, Diego dipenjara atas perintah pengadilan.  Sebelumnya pengadilan memerintahkan WhatsApp, anak perusahaan Facebook, untuk menyediakan informasi terkait perdagangan narkoba. 

WhatsApp tidak memiliki kantor di Brazil sehingga Kepolisian menyasar petinggi Facebook yang ada di sana. 

Kepolisian Federal Brazil menyatakan, Diego ditangkap atas permintaan kantor kepolisian negara bagian Sergipe. Facebook dianggap tidak memenuhi perintah pengadilan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan dari situsnya. 

Sementara pihak WhatsApp mengatakan, aplikasinya tidak didesain untuk penyadapan. Apalagi, data komunikasi di WhatsApp dienkripsi ketika dikirim ke pengguna lain dan tidak bisa disadap. "WhatsApp tidak bisa menyediakan informasi yang tidak kita punya," kata juru bicara WhatsApp, Matt Steinfeld.  

Kasus penangkapan Diego ini meningkatan konflik antara perusahaan teknologi dengan pemerintah, terkait dengan upaya mengakses data pengguna. Banyak perusahaan teknologi menggunakan enkripsi atau sandi pengacak dalam peralatan komunikasi pengguna, dan ini membuat informasi makin sulit dijangkau penegak hukum.  

WhatsApp dan Facebook saat ini sangat populer di Brazil dengan pengguna mencapai lebih dari 100 juta.  

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu