Puing di Mozambik Hampir Dipastikan Milik MH370

Pencarian MH370 ini dijadwalkan berakhir pada Juni atau Juli tahun ini.

Kamis, 24 Mar 2016 11:17 WIB

Potongan puing yang ditemukan kelarga Afrika Selatan di pesisir pantai Mozambik pada Desember 2015,

Potongan puing yang ditemukan di pesisir pantai Mozambik pada Desember 2015, yang akan diteiti pihak berwenang untuk mengetahui apakah puing tersebut berasal dari Malaysia Airlines penerbangan MH370 d

KBR – Dua puing pesawat yang ditemukan di Mozambik hampir dapat dipastikan dari pesawat Malaysian Airlines MH370. Menteri Transportasi Australia Darren Chester mengatakan, hal ini merujuk pada analisis tim spesialis yang memeriksa semua puing terkait MH370. Menurut tim, puing ini konsisten dengan panel yang ada di badan pesawat milik Malaysian Airlines tipe Boeing 777 ini.

"Puing yang ditemukan di pesisir timur Afrika konsisten dengan simulasi hanyut (puing terbawa arus laut) yang dilakukan oleh CSIRO," terang Chester, seperti dikutip Kantor Berita AFP. 

Australia adalah Negara yang memimpin pencarian MH370 di Samudera Hindia, yang diyakini sebagai lokasi jatuhnya pesawat dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 lalu. Pesawat ini membawa total 239 penumpang dan kru.

Pencarian MH370 ini dijadwalkan berakhir pada Juni atau Juli tahun ini. 

"Pencarian MH370 masih dilanjutkan," kata Chester.  

Area pencarian yang ditargetkan seluas 120 ribu kilometer persegi. Chester menyebut masih ada 25 ribu kilometer per segi lagi area yang belum ditelusuri. Ia berharap badan utama pesawat akan ditemukan, yang otomatis mengakhiri misteri terbesar dalam dunia penerbangan modern.

Sejauh ini baru ada satu puing yang ditemukan dan terkonfirmasi berasal dari MH370. Puing tersebut ditemukan di Pulau Reunion tahun lalu.  (AFP, Channel News Asia) 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.