Penerbangan Bersejarah Kru Perempuan ke Arab Saudi

Pilot dan kru penerbangan Royal Brunei Airlines semuanya perempuan.

Rabu, 16 Mar 2016 10:16 WIB

Tim penerbangan perempuan dari Royal Brunei Airlines (Foto: BBC)

Tim penerbangan perempuan dari Royal Brunei Airlines (Foto: BBC)

KBR - Tiga pilot perempuan Royal Brunei Airlines membuat catatan bersejarah dalam sebuah penerbangan yang sepenuhnya diisi oleh kru perempuan. Perjalanan pertama mereka adalah ke Arab Saudi, negara di mana perempuan tidak boleh menyetir.

Perempuan-perempuan ini menerbangkan Boeing 787 Dreamliner dari Brunei ke Jeddah. Penerbangan ini bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Brunei. Penerbangan dipimpin oleh kapten Sharifah Czarena dan asisten Sariana Nordin dan Dk Nadiah Pg Khashiem.

Kapten Czarena sebelumnya menjalani pelatihan di Inggris dan pada Desember 2013 menjadi pilot Royal Brunei pertama yang terbang ke Bandara Heathrow di London.

“Sebagai perempuan, sebagai perempuan Brunei, ini adalah pencapaian besar. Ini menunjukkan bahwa generasi muda, terutama perempuan, bisa menjadi apa pun yang diinginkan,” kata Czarena kepada The Brunei Times.

Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan menyetir. Hanya laki-laki yang bisa mendapatkan izin mengemudi. Perempuan yang mengemudi bisa dikenakan denda dan ditahan polisi. (BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.