Palang Merah Berikan Pohon Almond untuk Petani Gaza

Lima tahun lalu, sektor pertanian mengisi lebih dari setengah pendapatan Palestina

Jumat, 04 Mar 2016 13:55 WIB

KBR - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyalurkan ribuan pohon almond untuk petani di Gaza yang lahannya telah hancur akibat perang panjang. 

Palang Merah mulai menyalurkan pohon itu pekan ini untuk membantu petani membangun lahan pertanian mereka kembali. 

Kepala sub-delegasi ICRC untuk Gaza, Mamadou Sow, mengatakan 4000 pohon itu terdiri atas lima jenis almond. 

Lima tahun lalu, sektor pertanian mengisi lebih dari setengah pendapatan Palestina. Setelah perang berpuluh tahun, sekarang pertanian hanya menyumbang 5 persen. Kebanyakan lahan pertanian yang dekat dengan perbatasan Israel tidak bisa diakses karena sering terkena meriam. Beberapa petani mengatakan mengambil terpaksa mengambil risiko bahaya itu. 

Ekspor utama Gaza adalah stroberi, bunga, sayuran dan ikan. Jalur laut ditutup oleh blokade Israel, dan hanya membolehkan kapal kecil produk pertanian lewat sesekali lewat perbatasan Kerem Shalom. (VOAnews.com) 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Ombudsman Temukan Maladministrasi dalam Kasus Beras PT IBU

  • Amnesty Indonesia Desak DPR Kaji Ulang Pelibatan TNI di Papua
  • Penahanan Setnov Tak Pengaruhi Dukungan Golkar ke Jokowi
  • Aliansi Buruh Jabar Desak Gubernur Batalkan Penetapan Upah Minimum