Mari Merayakan Hari Perempuan Internasional!

Mulai dari ajang teknologi sampai seni, semua mengusung perempuan.

Selasa, 08 Mar 2016 08:59 WIB

Hari perempuan internasional (Foto: kempseyfamilysupport.org.au)

Hari perempuan internasional (Foto: kempseyfamilysupport.org.au)

KBR - Hari ini, Selasa (8/3/2016) dunia merayakan Hari Perempuan Internasional. Perayaan dimulai pada 1911 oleh sejumlah negara di dunia seperti Austria, Denmark, Swiss dan Jerman. Di beberapa negara seperti Rusia dan Vietnam, 8 Maret bahkan dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Tahun in, Hari Perempuan Internasional di Amerika akan dirayakan dengan HeForShe Arts Week yang berlangsung dari tanggal 8-15 Maret, denganfokus pada bintang Harry Potter, Emma Watson. Acara ini akan menyoroti soal pentingnya hak-hak perempuan di penjuru dunia, lewat berbagai pertunjukan balet, opera, konser, museum, pertunjukan seni dan teater. Sebagian dari keuntungan acara ini akan disumbangkan kepada UN Women, badan PBB yang mengurus soal perempuan.

Sementara itu di Inggris, Southbank di London akan menjadi tuan rumah festival Women of the World yang berlangsung selama sepekan. Acara ini termasuk perbincangan, pembacaan puisi, pelajaran musik dan pertunjukan dari Muslim Girls Fence.

Di Taiwan, Hari Perempuan Internasional akan dirayakan dengan ajang Girls in Tech. Acara ini untuk merayakan perempuan-perempuan yang bergelut di bidang digital. Dalam acara ini juga akan diumumkan daftar 40 Under 40 Women in Tech.

Sementara di Australia, tepatnya di Melbourne, sebuah konser dengan sejumlah komposer muda lokal akan dihelat oleh University of Melbourne. Hasil dari pertunjukan ini akan disumbangkan ke Safe Steps Family Violence Response Center.

Di Indonesia, Hari Perempuan Internasional salah satunya akan dirayakan dengan aksi turun ke jalan. Ribuan buruh dari berbagai elemen dan aliansi akan menggelar aksi dengan mengusung tema terkait buruh perempuan – misalnya stop diskriminasi terhadap buruh perempuan, hak kesehatan reproduksi, cuti haid, cuti melahirkan, dan sebagainya. (Newsweek dan berbagai sumber)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau