Ini Dia Bandara Terbaik di Dunia

Total ada 550 bandara di seluruh dunia yang disurvei.

Kamis, 17 Mar 2016 09:10 WIB

Bandara Changi di Singapura (Foto: Xinhua)

Bandara Changi di Singapura (Foto: Xinhua)

KBR - Bandara Singapura, Changi, terpilih sebagai bandara terbaik di dunia tahun ini. Penghargaan ini diperoleh Changi selama empat tahun berturut-turut. Ini adalah penghargaan ke-7 yang diperoleh Changi dalam 16 tahun terakhir. Changi sekaligus diganjar sebagai bandara terbaik untuk bersenang-senang. 

Penghargaan ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Skytrax terhadap 13 juta pelancong dari 106 negara. Total ada 550 bandara di seluruh dunia yang disurvei. 

CEO Grup Bandara Changi Lee Seow Hiang menyebutkan, ada usaha luar biasa dan komitmen dari seluruh komunitas bandara yang ada di balik kesuksesan Changi. “Kami berterima kasih kepada para penumpang dan mitra kami untuk dukungan dan kepercayaan kepada kami.”  

Bandara meraih posisi kedua terbaik adalah Incheon International Airport di Korea Selatan. Di posisi selanjutnya ada Munich Airport dan Tokyo International Airport. Hong Kong International Airport jatuh di posisi ke-5. (Channel News Asia)  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi