Ledakan bom di Belgia (Foto: Antara)

Ledakan bom di Belgia (Foto: Antara)

KBR - Indonesia mengecam keras aksi teror di beberapa lokasi di Brussels, Belgia,  pada Selasa (22/3/2016) yang menewaskan sedikitnya 30 orang.

Dalam keterangan pers Departemen Luar Negeri Indonesia, diketahui bahwa hingga saat ini belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam serangan teror tersebut.  Tetapi KBRI Brussels terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit setempat, untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.

KBRI Brussels juga terus berkomunikasi dengan berbagai komunitas Indonesia di Belgia dan menghimbau WNI di negara itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang dapat menjadi target.

KBRI membuka nomor telfon hotline 24 jam di nomor +32478957214 dan +32478405728. 

Berdasarkan catatan KBRI Brussels, saat ini terdapat 1.200 WNI di Belgia. Sekitar 400 orang WNI berada di daerah Brussels dan terdiri dari mahasiswa dan pekerja profesional.

Sebelumnya dalam keterangan pers di Brussels, PM Belgia Charles Michel mengatakan, ada beberapa warga asing yang menjadi korban tewas dan luka-luka, dan kini berkoordinasi dengan sejumlah kedutaan yang mencari informasi tentang nasib warga negara mereka. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!