Facebook Uji Coba Fitur Deteksi Akun Palsu

Facebook menyatakan telah menguji 75 persen penggunanya.

Sabtu, 26 Mar 2016 18:39 WIB

Ilustrasi Facebook. (Foto: Antara)

KBR - Jejaring sosial Facebook tengah menguji alat yang mampu memberi peringatan kepada pengguna jika ada akun baru yang menggunakan nama dan foto profil mereka. Ini merupakan upaya Facebook memberantas akun palsu yang kemungkinan meniru nama pengguna lain.

Kini Facebook dikabarkan tengah mengujicoba alat untuk mendeteksi akun tiruan. Fitur tersebut akan meminta pemilik akun asli agar memberi tanda di profil tipuan itu. Selanjutnya, Facebook akan mengevaluasi akun-akun palsu tersebut secara manual. Hal ini bertujuan memerangi tindak penipuan serta pelecehan di ranah online.

Perusahaan bikinan Mark Zuckerberg itu menyebut, sebuah tim khusus telah melakukan dan mengembangkan serangkaian uji coba sejak November 2015.Berdasarkan proses tersebut, Facebook menyatakan telah menguji 75 persen penggunanya. (Mashable)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Yusril Fokus Gugat Presidential Threshold ke MK

  • Presiden Minta OJK Berkontribusi Pada Kelancaran Pembangunan
  • Kadis Perpustakaan: Minat dan Budaya Baca di Aceh Rendah
  • Maitimo: Persija Cuma Menang Beruntung

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.