Dua WNI Korban Bom Belgia Masih Koma

Hari berkabung nasional masih akan berlangsung di Belgia sampai Minggu.

Kamis, 24 Mar 2016 09:38 WIB

Bom di Belgia. (Antara)

Bom di Belgia. (Antara)

KBR – Dua dari tiga WNI yang jadi korban ledakan bom di Brussels, Belgia, masih dinyatakan koma. Mengutip dari laman resmi KBRI di Belgia, tiga WNI itu tengah menunggu penerbangan ke Indonesia ketika jadi korban ledakan bom di Bandara Zaventem. Ketiga orang tersebut adalah Meilissa Aster Ilona, beserta kedua anaknya Lucie Vansilliette dan Philippe Vansiliette. Keduanya kini dirawat di University Hospital Leuven, yang berjarak 20 menit dari Kota Brussels.

Sampai kemarin, Rabu (23/3/2016), disebutkan bahwa kondisi keamanan di Brussels belum stabil. Pemerintah setempat menyatakan status siaga masih di level 4. Sementara hari berkabung nasional di Belgia masih akan berlangsung sampai Minggu mendatang.

KBRI masih terus berkoordinasi dengan WNI di Belgia terkait perkembangan di lapangan. Nomor telfon hotline KBRI ada di nomor +32478957214 dan +32478405728. Sementara itu jalur resmi informasi Pemerintah Belgia bisa dikontak di Crisis Center +3278151771.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.