Denmark, Negara Paling Bahagia di Dunia

Amerika Serikat ada di posisi ke-13, Inggris di posisi ke-23.

Kamis, 17 Mar 2016 09:01 WIB

Keluarga kerajaan Denmark (Foto: BBC)

Keluarga kerajaan Denmark (Foto: BBC)

KBR - Denmark ditetapkan sebagai negara terbahagia di dunia. Laporan Tingkat Kebahagiaan Dunia atau World Happiness Report ke-4 tahun ini menyebutkan kalau negara-negara dengan tingkat ketimpangan yang rendah cenderung lebih bahagia.

Menyusul Denmark, ada nama-nama negara seperti Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia. Seperti juga Denmark, negara-negara tersebut memiliki sistem keamanan sosial yang kuat.

Sementara itu Amerika Serikat ada di posisi ke-13, Inggris di posisi ke-23, Cina di posisi ke-83 dan India di posisi 188.

Negara yang ada di urutan paling buncit dari total 156 negara adalah Burundi. Negara itu saat ini tengah didera konflik politik dan ancaman kekerasan. Yang juga berada di urutan bawah antara lain Togo, Afghanistan dan Benin.

Laporan ini dikumpulkan oleh badan PBB, dari hasil survei terhadap 1000 orang di setiap negara setiap tahun selama tiga tahun. Warga diminta untuk mengevaluasi kehidupan mereka dalam skala 0 sampai 10. Ada enam kategori yang masuk dalam laporan ini di antaranya kebebasan pribadi, angka persepsi korupsi dan sistem sosial. (BBC)  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.