KBR - Pemerintah Belgia meningkatkan status keamanan ke posisi Siaga 4 (paling berbahaya) dan hanya satu tingkat di bawah status darurat militer. Status Siaga 4 diberlakukan di seluruh wilayah Belgia.

Pemerintah Belga meminta warga menjauhi tempat keramaian, jalur transportasi umum maupun pusat kota. Pusat Krisis Belgia juga meminta warga di negara itu tidak menggunakan menggunakan jalur telepon untuk berkomunikasi guna membebaskan jaringan telekomunikasi. Warga diminta hanya menggunakan sosial media maupun berkirim pesan.

Status Siaga 4 dikeluarkan setelah ibukota negara itu, Brussels diguncang tiga bom pada Selasa (22/3/2016). Dua ledakan pertama terjadi pukul 8 pagi waktu setempat di lobi keberangkatan utama Bandara Internasional di Zaventem, Brussels. Otoritas keamanan mengkonfirmasi ledakan itu sebagi serangan bom bunuh diri.

Satu jam kemudian, terjadi ledakan ketiga di salah satu gerbong kereta di Stasiun Metro Maelbeek yang berjarak 14 kilometer dari ledakan sebelumnya. Stasiun Metro ini tidak terlalu jauh dari lokasi gedung Komisi Eropa dan Parlemen Uni Eropa.

Kemarin, Bandara Zaventem dinyatakan dalam status lockdown (ditutup total). Seluruh penerbangan dialihkan ke bandara di luar Brussel seperti Antwerp (berjarak 54 km), Liege (jarak 97 km), Charleroi (jarak 61 km), Oostend (110 km) hingga ke Amsterdam Belanda (200 km).
   
Kereta jarak jauh (Eurostar) dan jalur kereta bawah tanah dipastikan tidak beroperasi dan perbatasan Perancis dan Belgia dinyatakan ditutup.

Sejumlah negara segera memberlakukan peringatan bepergian kepada warganya untuk tidak bepergian sementara ke Brussel Belgia, kecuali dalam keadaan sangat mendesak.

Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris menyebutkan Kota Brussels saat ini memiliki tingkat resiko keamanan yang sama bahayanya dengan Kabul di Afghanistan maupun Baghdad di Irak.

Ini kali pertama sejak Perang Dunia II, dimana pemerintah Inggris memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Brussels.

"Bahkan pemerintah Belgia menyarankan warganya sendiri untuk tidak bepergian ke Brussels saat ini. Itu akan sangat membantu (menjaga keamanan) dan kita mengikuti saja," kata juru bicara Kantor Perdana Menteri Inggris.

Maskapai penerbangan British Airways mengatakan para calon penumpang bisa mengubah jadwal penerbangan ke Brussels hingga 29 Maret. Sementara maskapai Brussels Airlines yang juga melayani rute ke London membatalkan penerbangan dari Brussels hingga dua hari ke depan.

Peringatan Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan bepergian bagi warganya untuk tidak bepergian ke Eropa. Kementerian Luar Negeri juga menyebutkan kelompok teroris masih meneruskan rencana serangan teror di benua Eropa.

"Kelompok teroris terus melanjutkan rencananya untuk melakukan serangan dalam waktu dekat di wilayah Eropa dengan sasaran tempat-tempat penyelenggaraan olahraga, tempat wisata, restoran dan jalur transportasi," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Amerika. Travel alert dari Amerika ini berlaku hingga 20 Juni mendatang.

Maskapai American Airlines telah membatlkan seluruh penerbangannya menuju maupun dari Bandara Brussels hari Rabu-Kamis ini. Sementara maskapai Delta mengalihkan penerbangan dari New York menuju ke Amsterdam. (NBC/Mirror/KBRI) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!