Pemimpin oposisi Bangladesh, Khaleda Zia. Foto: Wiki

KBR- Pengadilan Bangladesh telah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap pemimpin oposisi negara itu, Khaleda Zia, atas kasus pemboman bus saat demonstrasi tahun lalu.

Melansir VOA, Zia dan 27 pimpinan lainnya dari Partai Nasionalis Bangladesh didakwa menghasut pemboman itu saat ada demonstrasi besar-besaran meminta Perdana Menteri Sheikh Hasina turun. 

Kala itu, setidaknya 120 orang tewas dan ratusan terluka dalam bentrokan politik yang menggunakan bom molotov.

Juru Bicara partai, Ruhul Kabir Rivzi, menyebut dakwaan itu lucu. Kata dia, dakwaan itu sangat bermotif politik dan merupakan upaya melawan Zia. 

Dua perempuan politikus itu adalah lawan politik sejak lama. Selama dua puluh tahun terakhir, mereka menjabat sebagai perdana menteri secara bergantian masing-masing dua kali. Keduanya punya hubungan dengan bekas pemimpin negara itu. (VOA/ Reu) 

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!