Ilustrasi: Seorang guru mengajar murid Palestina Badui di luar ruangan dekat perumahan Maale Adumim Yahudi (terlihat di latar belakang), desa Al-Eizariya Tepi Barat, timur Yerusalem, Selasa (1/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri memastikan sudah 49 dari 65 negara akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI yang digelar pekan depan. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, pada KTT Luar Biasa OKI kali ini hanya akan menyikapi persoalan konflik Palestina dan Yerusalem  yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kata Retno, dalam penyelenggaraan ini, Indonesia diminta khusus oleh OKI dan kedua kekuatan di Palestina yaitu Hamas dan Fatah untuk membicarakan masalah ini.

"Tentunya kita ingin meletakkan isu Palestina ini kembali kepada radar perhatian dunia internasional terhadap masalah Palestina. Karena situasi dunia sedang sangat encer dan dinamis, konflik terjadi di banyak tempat," Ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi  kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (02/03). 

Retno melanjutkan, "oleh karena itu kita ingin isu Palestina yang sampai sekarang belum selesai tersebut kembali ke radar perhatian dunia. Oleh karena itu KTT ini sangat penting artinya. Selain itu yang tak kalah penting harapan akan adanya persatuan."

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menambahkan, hasil dari KTT ini nantinya akan ada dua dokumen yang akan dibawa pada KTT Reguler OKI di Istanbul, Turki, April mendatang.

Dokumen itu kata dia pertama dokumen resolusi yang isinya konfirmasi kembali negara-negara OKI dengan fokus Palestina dan Yerusalem, yang menjadi lokasi Masjid al-Aqsa. Dokumen yang kedua adalah dokumen deklarasi Jakarta yang isinya adalah tindak lanjut dari dokumen pertama tadi.


Editor: Rony Sitanggang 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!