Serangan di Kelab Malam Turki Tewaskan Puluhan Orang

Serangan juga mengakibatkan 69 orang lainnya luka-luka sehingga dirawat di rumah sakit.

Minggu, 01 Jan 2017 13:51 WIB

Ilustrasi penembakan. Foto: Antara

KBR- Sebanyak 39 orang, termasuk 16 warga asing tewas dalam serangan di sebuah kelab malam di Istanbul, Turki. Serangan juga mengakibatkan 69 orang lainnya luka-luka sehingga dirawat di rumah sakit.

Mengutip BBC, Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan, polisi masih mengejar penyerang yang menyerang klub tersebut pada pukul 01.30 waktu setempat.

"Pencarian teroris masih berlanjut. Saya harap (penyerang) dapat segera ditangkap. Insya Allah," kata Soylu seperti dikutip dari BBC.

Sementara itu, Gubernur Istanbul, Vasip Sahin mengatakan, pelaku bersenjata laras panjang dan menembaki orang-orang yang berada di kelab malam.

"Seorang teroris dengan senjata laras panjang, melakukan tindakan ini secara brutal dan keji dengan melepaskan tembakan ke arah orang-orang tidak berdosa yang berada di situ hanya untuk merayakan Tahun Baru dan bersenang-senang," jelas Sahin.

Dilaporkan, ada sekitar 700 orang saat serangan terjadi, beberapa di antaranya terjun ke air untuk melarikan diri.

Atas penyerangan tersebut, Presiden Amerika Serikat mengucapkan belasungkawa terhadap jatuhnya korban. Ia juga memerintahkan tim keamanan nasional untuk membantu Turki.

“Presiden Obama menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban, dan memerintahkan tim keamanan nasional untuk memberi bantuan apapun yang diperlukan otorita Turki, dan memberitahu perkembangan informasi tersebut,” jelas juru bicara Gedung Putih Eric Schultz, seperti dikutip dari VOA.

Awal Desember lalu, dua ledakan terjadi di dekat stadion sepakbola di Istanbul menewaskan 38 orang dan melukai 150 orang lainnya. Milisi Kurdi mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (BBC dan VOA) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.