INTERMEZO: Jimi Hendrix 'Hidup' Kembali

Nama itu kemudian dikenal dunia lewat laporan tim yang dimuat di jurnal Madrono, terbitan Komunitas Botani California.

Jumat, 16 Des 2016 15:57 WIB

Tanaman langka Dudleya hendrixii. (Sumber: San Diego University)

KBR- Gitaris musik rock legendaris dari Amerika Serikat, James Marshall 'Jimi' Hendrix yang meninggal sekitar 45 tahun lalu, kini 'hidup' kembali. Adalah peneliti dari San Diego State University di California Amerika Serikat bernama Mark Dodero dan peneliti dari Universitas California bernama Stephen McCabe yang menemukan warisan Jimi Hendrix ini.

Mereka merupakan anggota tim peneliti pimpinan Michael Simpson, seorang ahli biologi di kampus San Diego State University. Mark Dodero bersama rekannya seorang ahli biologi, Stephen McCabe dari Universitas California menemukan tanaman langka itu di sebuah lokasi kecil di Meksiko. Saat itu, dua peneliti tersebut sedang mendengarkan lagu Jimi Hendrix berjudul 'Voodoo Child'.

Tanaman langka yang belum bernama itu kemudian ditahbiskan dengan nama latin nama Dudleya hendrixii, yang berarti 'Hendrix hidup selamanya'. Nama itu kemudian dikenal dunia lewat laporan tim yang dimuat di jurnal Madrono, terbitan Komunitas Botani California.

Tanaman itu merupakan jenis succulent, tanaman yang sudah beradaptasi di lingkungan kering dan mampu menyimpan cadangan air dalam bagian tubuhnya. Rentang hidup tanaman ini sangat besar. Ukuran tubuhnya jangkung sekitar 1 kaki tingginya, dengan bunga berwarna putih pink.

Dudleya hendrixii hanya hidup di musim gugur, kemudian mati di musim panas, lalu bertunas lagi di musim gugur.

Namun, tidak seperti musik Jimi Hendrix yang bertahan puluhan tahun, tanaman langka itu tengah terancam bahaya kepunahan. Habitat tanaman hendrixi seluas sekitar satu hektar terancam oleh kegiatan pertanian, aktivitas bongkar muat pelabuhan, lalu lalang kendaraan off-road hingga pembangunan infrastruktur yang marak terjadi di Meksiko. (AP/Time/San Diego State University) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.