INTERMEZO: Gondola Dilirik Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

"Proyek gondola ini bisa mendapat dua tujuan sekaligus. Satu untuk memecahkan masalah transportasi. Kedua, bisa menarik perhatian wisatawan," kata Peter Melewski dari McLaren Engineering Group.

Rabu, 28 Des 2016 15:52 WIB

Gondola project untuk Portland Aerial Tram. (Foto: Patrick M/Flickr/Creative Commons)

KBR - Sejumlah pihak di Amerika Serikat menggagas penggunaan gondola atau kereta gantung sebagai solusi transportasi perkotaan. Gagasan yang diberi nama The Gondola Project ini digagas perusahaan Urban Project Inc asal Kanada.

Proposal itu sudah diajukan ke publik untuk melayani transportasi perkotaan dari Austin Texas menuju Washington DC.

Perencana perkotaan dari Urban Project, Steven Dale mengatakan gondola atau kereta gantung menarik untuk dijadikan solusi mengatasi kemacetan terkait dengan sudah padatnya jalan raya, jalan tol, jembatan dan jalur kereta api. Steven mengatakan saat ini teknologi kereta gantung sudah semakin canggih dan tinggal menunggu waktu saja gondola dijadikan alat transportasi perkotaan.

Perkembangan teknologi gondola saat ini berkembang pesat di negara-negara Eropa seperti Italia, Jerman, Portugal dan Prancis termasuk penggunaannya yang marak di daerah-daerah tujuan wisata ski di daerah pegunungan.

Di Amerika, penggunaan gondola sebagai transportasi publik sudah diluncurkan pertama kali di kota Medellin, Colombia pada 2004. Sedangkan Meksiko menerapkan sistem transportasi publik Mexicable pada Oktober lalu.

Urban Project Inc memperkirakan sistem transportasi publik gondola ini bisa mengangkut 1,200 penumpang tiap jam, dan melewati kabel yang membentang di udara setinggi 30 meter. Setiap gerbong gondola bisa mengangkut delapan orang.

Proposal sistem transportasi publik gondola ini menarik perhatian perusahaan teknik McLaren Engineering Group. Perusahaan ini memperkirakan proyek transportasi gondola ini bakal menelan biaya 17 juta hingga 20 juta dolar AS atau sekitar Rp228 miliar, dengan biaya operasional mencapai Rp32 miliar per tahun.

Jika proposal ini mendapat persetujuan dari negara bagian dan badan-badan federal, biaya operasional bakal ditanggung melalui dana publik dan swasta, tiket serta pemasangan iklan.

"Proyek gondola ini bisa mendapat dua tujuan sekaligus. Satu untuk memecahkan masalah transportasi. Kedua, bisa menarik perhatian wisatawan," kata Peter Melewski dari McLaren Engineering Group.

Penggunaan gondola sebagai solusi transportasi perkotaan juga menarik perhatian publik di Belanda. Saat ini perusahaan teknik Arcadis tengah melakukan studi kelayakan sistem transportasi gondola yang melintas sungai IJ di Amsterdam.

Sungai IJ merupakan urat nadi kota Amsterdam, membelah kota itu menjadi dua bagian, selatan dan utara. Menyeberang Sungai IJ harus menggunakan kapal ferri gratis atau satu-satunya jembatan sepanjang 4,5 kilometer, jembatan Schellingwouderbrug. 

Perusahaan Arcadis menilai gondola sebagai solusi mengatasi kendala transportasi itu. Perusahaan itu bahkan memperkirakan biaya pembangunan gondola mencapai 53 juta euro atau sekitar Rp745 miliar per jalur kabel.

Arcadis menyebutkan transportasi gondola bisa mengangkut antara 3,400 hingga 11 ribu orang per jam. Setiap kereta gantung bisa melaju dengan kecepatan 29 kilometer per jam.

Arcadis menyebutkan kereta gantung gondola juga bisa fleksibel mengangkut orang, kereta dorong hingga kursi roda. (AP/Toronto Sun/Daily Mail/NL Times) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!