INTERMEZO: Beroperasi 10 Tahun, Kantor Kedubes AS Ini Ternyata Palsu

Kantor Kedubes palsu itu akhirnya ditutup, setelah diserbu oleh tim gabungan dari pemerintah Amerika Serikat dan Ghana.

Rabu, 07 Des 2016 15:17 WIB

Kantor Kedubes AS yang palsu di Kota Accra, Ghana. (Foto: US State Department)

KBR - Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Accra, ibukota Ghana ini sudah beroperasi selama 10 tahun dan sudah mengeluarkan banyak visa. Namun, ternyata kantor Kedubes itu palsu.

Kantor Kedubes itu akhirnya ditutup, setelah diserbu oleh tim gabungan dari pemerintah Amerika Serikat dan Ghana. Dalam penggerebekan itu, petugas tim gabungan menemukan sekitar 150 paspor dari 10 negara dan visa dari berbagai negara seperti Amerika, India, Afrika Selatan hingga negara-negara di Eropa zona Schengen.

Tim gabungan juga menangkap sejumlah orang yang berperan sebagai pegawai kedutaan besar palsu. Namun, tim gabungan meyakini tersangka masih banyak berkeliaran.

Menurut Kantor Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, kantor kedutaan palsu itu dioperasikan oleh jaringan kriminal terorganisir yang dikelola warga Ghana dan Turki.

Orang yang berpura-pura sebagai pegawai kedutaan adalah warga Turki yang berbicara bahasa Inggris dan Belanda.

Untuk mendapatkan visa kunjungan ke Amerika Serikat di kantor kedutaan palsu itu, pemohon harus membayar biaya sekitar 6,000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp80 juta.

Gedung rusak

Kantor Kedubes yang asli memang berada di Accra, ibukota Ghana. Namun ternyata banyak orang 'tertipu' mendatangi kantor kedubes AS palsu di lokasi lain di Accra---terutama mereka yang sebelumnya tidak pernah mengunjungi kantor yang asli.

Gedung yang dijadikan kantor Kedubes palsu itu buka tiga hari dalam seminggu, dan setiap hari kerja selalu mengibarkan bendera Amerika di halaman. Di dalamnya juga dipasang foto Presiden Barack Obama.

Dari luar terlihat bangunan gedung yang digunakan untuk kantor palsu itu berwarna pink kusam, dengan dinding yang sudah mulai rusak digerus hujan, dan retak di sana-sini.

Kondisi gedung itu berbeda dengan kantor kedutaan besar AS yang asli, yang berada di lokasi strategis eksklusif di Kota Accra dengan dikelilingi pengamanan yang ketat dan disekitarnya terdapat pusat-pusat diplomatik negara lain.

Kantor kedutaan besar palsu itu beroperasi cukup lama 10 tahun karena, menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, pengelola bangunan itu menyuap pejabat setempat yang korup. Pengelola itu mengeluarkan visa dengan cara membeli, mencuri atau dengan cara-cara mendapatkan visa di dalam paspor lain secara ilegal.

Dengan mencontoh visa-visa yang sudah kadaluwarsa, kelompok ini memalsukan visa perjalanan ke Amerika Serikat, meski hasilnya berkualitas rendah.

"Kantor Kedubes palsu ini tidak menerima janji wawancara di tempat. Mereka bergerak menuju bagian-bagian terpencil di Afrika Barat untuk mencari pelanggan. Mereka juga membawa pelanggan ke Accra dan menyewakan kamar di hotel dekat kantor itu," begitu penjelasan resmi dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Korban penipuan berkedok kantor kedutaan besar itu diperkirakan cukup banyak, karena sasaran korban penipuan meluas hingga ke negara tetangga seperti Pantai Gading dan Togo. Meski begitu pemerintah Amerika Serikat menolak memberikan penjelasan rinci mengenai jumlah korban yang tertipu.

Meski sudah beroperasi lama, Kedutaan Besar Amerika Serikat mengklaim, tidak ada visa yang dikeluarkan dari kantor Kedubes di Ghana itu yang dipakai untuk perjalanan masuk ke negara Amerika Serikat.

Tim Gabungan Pemburu Kedubes Palsu

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby mengatakan orang yang membeli visa palsu dari kantor Kedubes itu kemungkinan memang tidak berencana masuk ke Amerika Serikat, atau sudah tertahan di perbatasan karena visa yang dipakai "berkualitas sangat rendah".

Kirby mengatakan visa Amerika Serikat yang benar memiliki data-data digital yang hampir mustahil dimanipulasi atau digandakan.

Selain kantor Kedubes Amerika, di Ghana juga sempat beroperasi kantor Kedubes Belanda. Namun kantor itu juga ditutup pada tahun ini setelah digerebek tim pengamanan gabungan.

Tim gabungan itu menjalankan misi 'Operasi Spartan Vanguard' dan sudah berkeliling di Ghana untuk mencari kemungkinan adanya kantor-kantor kedubes palsu lain di negara itu.

Tim gabungan dipimpin petugas dari Layanan Diplomatik Amerika Serikat, dan melibatkan pejabat Kedutaan Besar Kanada di Ghana serta melibatkan polisi setempat.

Penyelidikan terhadap kantor-kantor kedutaan palsu itu sudah berlangsung lama. Bahkan diperkirakan penangkapan para tersangka sudah berlangsung sejak Juni atau November lalu. Namun informasi itu baru dipublikasikan awal Desember ini.

Associated Press memberitakan seorang pejabat pemerintah Ghana menyebut kasus itu sebagai 'kasus yang mengejutkan'. Pemerintah Ghana belum bisa berkomentar mengenai masalah ini dan memilih mengumpulkan informasi lebih jauh.

Permintaan visa ke negara-negara Barat cukup tinggi di Afrika. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ghana menyebutkan pasar visa merupakan target besar bagi organisasi kejahatan internasional. (Foxnews/BBC/AP/AFP/Reuters) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR