Banda Neira Bubar, Ananda Badudu: Nggak Enak Sebenarnya...

Duo Banda Neira resmi berpisah hari ini 23 Desember 2016, setelah empat tahun bersama. Lewat akun Instagram bandaneira_official, keduanya mengaku berat untuk mengakhiri perjalanan band tersebut.

Jumat, 23 Des 2016 10:28 WIB

Duo Banda Neira, Rara Sekar dan Ananda Badudu. Foto: Instagram bandaneira_official.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Duo Banda Neira resmi berpisah hari ini 23 Desember 2016, setelah empat tahun bersama. Lewat akun Instagram bandaneira_official serta Facebook, duo Ananda Badudu dan Rara Sekar mengaku berat mengakhiri perjalanan kelompok musik akustik tersebut.

"Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira. Namun keputusan sudah bulat. Setelah menimbang-nimbang semua kemungkinan, kami yakin dari semua opsi yang ada ini adalah keputusan paling baik," begitu pernyataan Banda Neira dalam surat terbuka di Instagram.

"Dengan berat hati, melalui surat ini kami umumkan bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dan mengakhiri perjalanan Banda Neira. Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama."

Saat dihubungi KBR lewat sambungan telepon, Ananda Badudu meminta maaf karena merasa tak bisa mempertanggungjawabkan album barunya berjudul 'Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti'.

"Hhmmm... yang paling berat itu karena kita tahu, kita nggak bisa istilahnya mempertanggung jawabkan albumnya. Karena kita tahu habis itu Rara pergi terus dimainin di depan banyak para pendengar. Nggak enak sebenarnya. Apalagi mengingat, ujungnya seperti ini, makin nggak enak lagi," ucap Ananda pada KBR, Jumat (23/12/2016).

Pasca bubar pun, Ananda Badudu mengaku belum terpikir untuk membentuk duo baru. "Wah nggak ada pikiran dan nggak ada rencana, dan belum tahu juga," jawab Ananda.

Ketika ditanya apakah akan menggelar konser perpisahan pada para penggemarnya, eks wartawan Tempo ini menjawab, "Hhmm, nggak ada rencana. Jadi mohon maaf sekali."

Di Twitter, para penggemar Banda Neira menyampaikan beragam cuitan. Akun @ivannuneo menuliskan, "Kalian mau dirusak gak pagi harinya Banda Neira bubar."

Akun @Mherbambang menulis, "Sedih adalah denger Banda Neira bubar..."

Lalu akun @tipanol menulis, "banda neira kenapa bubar sih. merasa tertelat aja gua baru suka dari +- 2 bulan lalu. hurt."

Akun @ajisfahreja bercuit mengutip sebait lagu berjudul "Sampai Jadi Debu". "Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu, Ku di sebelahmu - Banda Neira jahat," tulis Ajis sambil mengekspresikan emosi sedih di akir cuitannya.

Sejumlah nettizen juga menggunakan ekspresi tanda pagar #TERIMAKASIHBANDANEIRA dan ungkapan-ungkapan melankolis.

Pekerja media dari Tirto.id yang juga menggemar Banda Neira, Arman Dhani Bustomi, mengajak nettizen menggunakan tagar #TerimaKasihBandaNeira untuk berbagi tentang BandaNeira.

"#TerimaKasihBandaNeira untuk setiap harapan yang diberikan," tulis Arman Dhani di akun Twitternya.

"Gua berharap bisa kayak ari-redha, tapi @dibandaneira tetap jadi pelopor musikalisasi puisi untuk anak muda #TerimaKasihBandaNeira," tulis pemilik akun @falahnazar.

"Banda Neira muncul di awal perjalanan gue ''melarikan diri". Senang, sedih, patah hati, semua ditemani Banda Neira. #TerimaKasihBandaNeira," tulis Citraning Sambadha pemilik akun @elwa.

"Dulu #BandaNeira bikin jatuh cinta karena genrenya nelangsa riang. Tp skrg hanya tersisa nelangsa. Tanpa riang. #TERIMAKASIHBANDANEIRA," tulis Farida Firdani lewat @FirdaaaFF dengan menyematkan tanda emoticon sedih.

"Selalu bermuara di relung hati kita. Nada dan liriknya mengakar di jiwa-jiwa haus karya. #TerimakasihBandaNeira aku Rindu!," tulis Ari Coklat lewat @aricklt.

"Lirik yg sukses membuat melompat dr tempat tidur "Bangun, sebab hidup teramat berharga tuk kita lewati." #TerimaKasihBandaNeira," tulis Respati Ririt Pohaci lewat akun ‏@dearmyelk.
 
Editor: Agus Luqman

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!