Langgar Undang-Undang, Pemerintah Taiwan Denda Apple

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple kembali tersangkut kasus hukum. Saat ini, Pemerintah Taiwan telah menjatuhkan denda senilai 20 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp 8,1 miliar) kepada perusahaan itu karena melanggar undang-undang keadilan perdaga

Kamis, 26 Des 2013 18:53 WIB

Pemerintah Taiwan, Denda, Apple

KBR68H - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple kembali tersangkut kasus hukum. Saat ini, Pemerintah Taiwan telah menjatuhkan denda senilai 20 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp 8,1 miliar) kepada perusahaan itu karena melanggar undang-undang keadilan perdagangan atas harga iPhone lokal.

Komisi Keadilan Perdagangan (Fair Trade Commission) Taiwan menyatakan, Apple harus bertanggung jawab atas penjualan di pasar Taiwan, karena telah ikut campur dalam harga dengan tiga penyedia layanan telekomunikasi lokal.

“Investigasi menemukan bahwa Chungwa Telecom, Far Eastone Telecommunication, dan Taiwan Mobile telah mengajukan harga untuk disetujui oleh Apple atau mengkonfirmasi harga sebelum mereka melepaskan produk ke pasaran. Sementara itu Apple juga telah meminta perusahaan-perusahaan di Taiwan untuk mengubah atau menyesuaikan harga,” ungkap Komisi berdasarkan temuan mereka dalam investigasi.

Menurut Komisi tersebut, Apple menghilangkan kebebasan operator telekomunikasi yang biasanya memutuskan harga berdasarkan hitungan mereka sendiri dan menyesuaikan dengan situasi pasar yang kompetitif, untuk membatasi persaingan. Hal itu juga merupakan pelanggaran atas undang-undang keadilan perdagangan.

Dalam tuntutannya, komisi ini mendesak Apple untuk segera menghentikan tindakan tersebut yang termasuk ilegal. Jika tidak mematuhi keputusan itu, akan dikenakan denda tambahan. (indianexpress)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok