Langgar Privasi, Penyedia Aplikasi Ponsel di Inggris Dikritik

Persetujuan aplikasi yang muncul di ponsel terkait tautan privasi foto atau kontak pribadi kerap menggangu warga Inggris. Karenanya, di negara itu, pengembang aplikasi diminta dapat menghormati privasi data dari penggunanya.

Kamis, 19 Des 2013 20:07 WIB

Langgar Privasi, Penyedia Aplikasi Ponsel, Inggris

KBR68H -  Persetujuan aplikasi yang muncul di ponsel terkait tautan privasi foto atau kontak pribadi kerap menggangu warga Inggris. Karenanya, di negara itu, pengembang aplikasi diminta dapat menghormati privasi data dari penggunanya.

Lembaga di Inggris yang menangani soal perlindungan data konsumen, Information Commissioner's Office (ICO) berharap agar pengembang transparan tentang data yang mereka akses dan alasan mereka mengakses data tersebut.

Pada tahun lalu, 320 juta aplikasi diunduh pada hari Natal, hari tersibuk di Inggris. Unduhan diperkirakan akan meningkat tahun ini. Mereka mengatakan hampir sebagian besar pengguna aplikasi memutuskan untuk tidak mengunduh sebuah aplikasi karena kekhawatiran tidak adanya privasi pada aplikasi yang mereka inginkan.

“Industri aplikasi merupakan salah satu yang paling cepat berkembang di Inggris, tetapi survei menunjukkan hampir setengah dari orang-orang menolak sebuah aplikasi karena permasalahan privasi yang tidak jelas,” ujar Penasihat ICO, Simon Rice.

Ia menegaskan pengembang perlu mengatasi masalah kekhawatiran pengguna, dan memastikan aplikasi mereka dapat menjaga informasi pribadi dengan benar dan tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (BBC)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.