Bacem Kepala Kambing Yogya

Seluruh sajian ini dimasak ala baceman dengan citarasa yang khas lengkap dengan kuah semacam tongseng plus sambal pedas. Daging bagian kepala ini sangat empuk, bahkan untuk bagian yang terbilang kenyal sekalipun.

Kamis, 26 Des 2013 00:21 WIB

bacem kepala kambing h sukirman, Yogyakarta, Cintaku di Kampus Biru, Ashadi Siregar

Anda penggemar masakan kambing? Sate, sop kaki, gule, tengkleng? Sungguh tak lengkap kalau Anda tak mencoba yang satu ini.

Lokasi warungnya rada susah kalau Anda bukan warga Yogya. Ya, Yogyakarta Hadiningrat -- kota romantis kaum terpelajar itu. Kota yang pernah begitu terkenal lewat novel Cintaku Di Kampus Biru yang ditulis Ashadi Siregar. Ah, kota ini memang bisa membius dengan suasana kulturalnya yang khas.

Tapi kita tak sedang bicara tentang Yogya (atau Jogja!), melainkan tentang kuliner sensasional, yang berbeda dengan sajian di warung-warung biasa: bacem kepala kambing!

Pertama, carilah Pasar Colombo di Jalan Kaliurang KM7. Sudah ketemu? Lantas cari Gang Kenang Nomor 7, di daerah Babadan Baru -- sebelah timur Pasar Colombo. Lokasi warung yang kita cari ada di situ, warung "Bacem Kepala Kambing" H Sukirman. Letaknya di pojok sebuah persimpangan gang.

Jangan Anda bayangkan tempatnya seperti resto-resto menengah. Warung H Sukirman ini sungguh bersahaja. Hanya ada beberapa bangku kayu di situ. Jam buka sekitar 3 sore hingga 9 malam. Cukup singkat karena setiap harinya warung ini hanya memasak sekitar 10-15 kepala kambing saja.

Tak usah cemas, meski judulnya kepala kambing, Anda tak bakal menghadapi sajian kepala kambing utuh. Seperti kalau kita menyantap sop kaki kambing, warung bacem H Sukirman ini pun menyajikan masakannya berupa potongan-potongan bagian kepala seperti pipi, kuping, lidah, mata, tak ketinggalan bagian otak. Seluruh sajian ini dimasak ala baceman dengan citarasa yang khas lengkap dengan kuah semacam tongseng plus sambal pedas. Daging bagian kepala ini sangat empuk, bahkan untuk bagian yang terbilang kenyal sekalipun.

Seram? Untuk sebagian orang mungkin iya. Tapi bagi penggemar masakan kambing, jenis masakan ini layak dicoba. Citarasa potongan-potongan daging kepalanya memang berbeda dengan jenis masakan kambing yang biasa kita kenal. Tak gampang hilang di lidah. Lezat.

Cobalah!

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Arus Balik di Terminal Bus Tegal Mulai Ramai

  • Jalur Puncak Arah Jakarta Mulai Dipadati Pemudik
  • Tiga Aktivis Buruh di Cina Dibebaskan dengan Jaminan
  • Pencipta Karakter Paddington Meninggal

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?