Ilustrasi Pelatihan Falun Dafa (foto: en.wikipedia.org)

Apakah saat ini Anda sedang menderita penyakit yang susah untuk disembuhkan? Sudah capek bolak balik konsultasi ke dokter, minum obat berkali kali tapi tak ada hasil? 

Nah, kenapa tak mencoba cara yang mudah dan gratis, seperti melakukan pelatihan Falun Dafa atau Falun Gong. Pernah mendengarnya ?

Falun Dafa adalah pelatihan olah raga/tubuh dan jiwa atau disebut kultivasi. Melalui kultivasi ini, akan membantu menyembuhkan penyakit, menyehatkan jiwa raga,  meningkatkan spritual dan moral seseorang. Falun Dafa diciptakan oleh Master Li Hongzhi dari China dan ajaran ini sudah tersebar di beberapa negara. Di Indonesia, Falun Dafa hadir sejak 1996.

Menurut Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali, berbagai macam penyakit seperti kolesterol, darah tinggi, jantung, kanker dan lain lain, bisa sembuh melalui latihan ini. Gatot bercerita, selang satu minggu berlatih Falun Dafa tahun 2000 lalu, Ia sudah bisa merasakan tidur malam yang nyenyak, berhenti merokok, obat obatan karena penyakit kolesterol dan darah tinggi yang dideritanya pun, tak dikonsumsi lagi, karena sudah pulih.

Pada dasarnya, kata Gatot, sakit apa pun yang diderita seseorang karena ada substansi hitam yang tertimbun di tubuhnya sehingga menyebabkan tubuhnya menyimpang atau sakit karena jauh dari watak sejati, baik dan sabar. Watak ini adalah filosofi dari Falun Dafa.  

“Orang yang baru satu bulan belajar Falun Dafa, bisa saja mengalahkan pemahaman orang yang sudah setahun mendalami falun Dafa. Efek dari berhasil atau tidaknya memahami esensi falun dafa, bisa dilihat dari perbuatan dan wajah seseorang. Misalnya, ada Ibu yang sudah menopause, bisa haid kembali karena wajahnya pulih, sebagai efek dari pelatihan Falun Dafa. Dan ini bukan satu dua orang saja yang mengalaminya karena perlakuan yang baik dan jujur,” ujarnya saat berbincang bersama KBR pada program Klinik KBR, Selasa (24/11/2015).

Gatot yang sempat mendalami Taichi ini, juga menceritakan pengalaman negatifnya ketika bekerja  di bidang kontraktor.

“Dulu, saat saya bekerja di kontraktor, ingin cari untung sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan mengurangi mutu semen. Setelah tau prinsip Falun Dafa, gak berani lagi melakukannya.  Walau pun orang tidak tau kecurangan kita, tapi efeknya bisa berimbas kepada keluarga. Anak bisa sakit karena makan uang hasil kecurangan tadi, karena substansi hitam bisa menjalar ke keluarga. Sakit itu berasal dari perbuatan seseorang yang melenceng dari perbuatan sejati, baik dan sabar,” tambahnya.


 

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali, saat berbincang bersama KBR, Selasa (24/11/2015).


Kultivasi/Pelatihan Falun Dafa

Kultivasi raga dalam falun dafa, ada 5 perangkat gerakan. Menurut Gatot, pelatihan itu berbentuk senam dengan gerakan yang lembut dan meditasi dengan mata terpejam, hening, sembari mendengarkan alunan musik lembut selama 1-2 jam dalam sehari. Kultivasi ini untuk menyelaraskan tubuh agar selaras dengan karakter  alam semesta (sejati-baik-sabar) dan bisa tahan terhadap emosi.

Sementara, kultivasi jiwa, justru dipraktekkan dalam kehidupan sehari-sehari. Dari mulai bangun pagi, beaktifitas, bekerja, kehidupan berumah tangga,  sampai malam hari, sarat dengan pelatihan disiplin jiwa.

“Selesai latihan, tubuh akan ringan sekali. Yang sebelumnya merasa penat, bete, pikiran kusut, setelah energi terselaraskan, watak kita kembali ke asli bawaan manusia. Watak yang sejati, jujur, polos, lutus, baik, belas kasih, sabar dan toleransi tinggi. Kalau dipukul, atau diejek tidak marah atau membalas. Efeknya, kesehatan bisa meningkat pesat. Kalau sekarang, kita sudah terbiasa menemukan watak yang mudah egois dan emosi,” ujarnya.

Falun Dafa bukanlah agama, karena tidak ada ritual, formalitas atau aktivitas apapun yang seringkali digunakan dalam agama, tidak ada keanggotaan. Para praktisi dengan keinginannya sendiri belajar bersama, dan bagi yang ingin bergabung, bebas kapan saja mau datang atau mau keluar. Tempat pelatihan Falun Dafa diseluruh dunia pun, menurut Gatot, tidak menarik iuran sumbangan bagi siapa saja yang ingin belajar.

Sehat Karena Falun Dafa

Anita Hermawan (52), seorang praktisi Falun Dafa, ikut memberikan testimoninya via telephone, pada program acara yang menjangkau pendengar KBR di nusantara ini.

Mbak Ita, panggilan akrabnya, pernah mengalami syaraf kejepit, sakit tulang belakang karena terjatuh, dan asam lambung.

"Pada umur 45 tahun, saya terjatuh karena memakai hihg heels (sepatu hak tinggi), tapi saat itu tak kenapa-kenapa. Ketika usia 48 tahun baru kerasa. Punggung saya sakit. Ketika diperiksa ke dokter, katanya ambalan tulang belakang saya menipis. Beberapa kali ke dokter dan minum obat tapi tak ada hasil,“ujarnya.

Ditengah kegelisahan akan penyakitnya yang tak kunjung sembuh, ada temannya yang menganjurkan Ita mencari tahu soal Falun Dafa. Setelah mengenal pelatihan ini sejak 2011, Ita mengaku pulih berkat latihan intensif yang ia lakukan.

"Satu tahun bergabung dengan Falun Dafa, saya sudah bebas obat dan tak pernah ke dokter lagi. Kalau sakit, saya hanya berlatih dan  membaca buku panduan Falun dafa.  Saya sehat karena Falun Dafa. Selain itu,  kita juga harus menjaga hati dengan cara meditasi untuk membersihkannya,“ pungkasnya.

Nah, Anda juga ingin sehat bersama Falun dafa, silahkan kulik websitenya di www.falundafa.org


 

Cinderamata cantik dari Falun Dafa


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!