gua pindul, gunungkidul wisatawan

KBR68H, Gunungkidul - Semakin banyaknya wisatawan yang mengunjungi Gua Pindul mengakibatkan berkurangnya jumlah biota dalam gua seperti jangkrik gua.

Kepala Bidang Pengembangan Konservasi Wisata dari Yayasan Acintyacunyata, Bagus Yulianto mengatakan pihaknya telah melakukan penngecekan terhadap kondisi biota khususnya fauna dalam Gua Pindul. Ia membenarkan ada pengurangan jumlah jangkrik gua dalam Gua Pindul.

“Memang berkurang tapi masih bisa dijumpai sehingga kondisi Gua Pindul masih dikatakan baik. Jangkrik gua sangat sensitif terhadap suhu. Semakin banyak pengunjung membuat suhu dalam gua meningkat,” papar dia kepada Harianjogja.com, Selasa (5/11).

Bagus menambahkah meski begitu para pengelola pun memiliki solusi agar kelembaban dalam gua tetap terjaga dengan membuka bendungan. Dengan membuka bendungan maka ada aliran angin serta air yang lancar.

“Sedangkan dari sisi ornamen gua, kami melihatnya dari sisi kelembaban. Menurut pengamatan kami, belum ada pelapukan yang terjadi,” papar dia.

Kepala Bidang Pengembangan Konservasi Wisata dari Yayasan Acintyacunyata, Bagus Yulianto menyebut pengelola Gua Pindul telah menyadari aturan yang berlaku dan menjaga lingkungan sekitar Gua.

Bagus juga menyayangkan pihak-pihak yang memojokkan pengelola gua pindul. Ia berharap para pihak yang memojokkan tak hanya sekedar mampu memberikan kritik namun juga harus memberikan solusi.

Membludaknya pengunjung objek wisata Gua Pindul memunculkan opini kondisi gua semakin tidak nyaman dan rusak. Namun menurut Bagus, kondisi gua masih terjaga kelestariannya. Setelah kabar menghebohkan itu beredar, ia langsung mendatangi Gua Pindul untuk memastikan sendiri.

“Para pengelola menyadari betul aturan yang berlaku. Pengunjung memang membludak di pintu masuk lantaran menunggu giliran masuk. Pasalnnya untuk memasuki gua harus sesuai aturan maksimal dua baris agar tidak merusak gua dan para pengelola mematuhi hal itu,” papar dia.

Ia menambahkan pihaknya dan para pengelola tengah mencari solusi berupa wacana pembangunan stasiun pemantau untuk iklim mikro di dalam gua seperti suhu dan kelembaban.

Wacana pembatasan pengunjung pun terus dibahas serta pengoptimalan goa di sekitar pindul masih digodok sehingga konsentrasi pengunung bisa dipecah. Bagus tidak ingin Gua Pindul terus menjadi polemik.

Salah satu Koordinator Lapangan dari Panca Wisata Slamet menuturkan pengelola sangat sadar untuk menjaga kelestarian Gua Pindul. Pasalnya mereka menggantungkan hidupnya dari Gua Pindul.

“Kami harus bisa menjaga alam jangan sampai rusak. Kalau rusak, manusia yang akan dapat akibatnya,” papar dia.

Sumber: Radio Star Jogja

Editor: Doddy Rosadi

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!