Satelit Eropa Kehabisan Bahan Bakar, Terbakar Ketika Masuk Atmosfer Bumi

KBR68H, Washington - Sebuah satelit Eropa yang sudah habis bahan bakarnya memasuki atmosfer bumi Senin pagi, dan beberapa bagiannya jatuh ke laut tanpa menimbulkan bahaya.

Selasa, 12 Nov 2013 07:40 WIB

satelit eropa, bahan bakar, bumi

KBR68H, Washington - Sebuah satelit Eropa yang  sudah habis bahan bakarnya memasuki atmosfer bumi Senin pagi, dan beberapa bagiannya jatuh ke laut tanpa menimbulkan bahaya.

Badan Antariksa Eropa – ESA dan satelit Gravity atau GOCE  masuk ke kawasan gaya tarik bumi, keluar dari orbitnya dan jatuh menuju bumi, kira-kira pukul 00:16 UTC/GMT, 11 November 2013.

Kantor ESA  yang mengawasi sampah antariksa mengatakan satelit itu, masuk kembali ke atmosfer bumi di Samudera Atlantik bagian Selatan, di atas Kepulauan Falkland.

Seluruh bagian, kecuali 25 persen, dari pesawat antariksa seberat 1.100 kg itu hancur terbakar ketika memasuki lapisan atmosfer luar. ESA mengatakan sisa-sisa GOCE jatuh ke Samudera Atlantik bagian selatan.Tidak ada laporan terkait cedera atau kerusakan properti akibat kembalinya pesawat antariksa itu ke bumi.

ESA mengatakan misi GOCE berakhir pada pertengahan Oktober ketika bahan bakar xenon-nya habis dan mulai turun dari orbitnya pada ketinggian kira-kira 224 km di atas Bumi.

Setelah diluncurkan tanggal 17 Maret 2009 dari Kosmodrom Plesetsk di Rusia, satelit GOCE telah memetakan variasi gravitasi bumi secara tepat. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.