Kartel Narkoba Gunakan Media Sosial untuk Tampilkan Imej Positif

KBR68H

Selasa, 12 Nov 2013 10:59 WIB

media sosial, promosi, kartel narkoba

KBR68H – Kartel narkoba di Meksiko mulai menggunakan media sosial untuk melakukan kampanye hubungan mayarakat. Mereka menggunakan Twitter, Facebook dan media online lainnya.

“Mereka mengiklankan ativitasnya, kegiatan hubungan masyarakat dan mereka mengubah dirinya menjadi perusahaan media,”kata Antoine Nouvet dari SecDev Foundation,  organisasi penelitian dari Kanada.

Kata Nouvet, kartel narkoba Meksiko mempublikasikan gaya hidup mereka di media sosial agar bisa merekrut anggota baru. Selain itu, merea juga mulai mempromosikan imej positif di media sosial. YouTube merupakan salah satu media yang paling sering digunakan oleh kartel narkoba tersebut.

Sebuah video yang dipublikasikan oleh kartel tersebut setelah terjadinya topan Ingrid memperlihatkan sejumlah anggota kartel memberikan bantuan kepada korban bencana. Video tersebut dilihat hampir setengah juta kali.

Bukan itu saja, para anggota kartel Knights of Templar itu juga punya akun YouTube sendiri. Sebuah video yang diunggah La Tuta, pemimpin Knights of Templar dilihat hampir satu juta kali. Sebagai perbandingan, pidato Presiden Meksiko Enrique Pena di YouTube hanya dilihat 16 ribu kali. (VoiceofRussia)


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.