India Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa ke Mars

KBR68H- India tengah mempersiapkan peluncuran pesawat ruang angkasa pertama ke planet Mars. Peluncuran ini sekaligus menjadikan India sebagai negara Asia Selatan yang mengerjakan proyek tersebut.

Selasa, 05 Nov 2013 10:47 WIB

India, mars, pesawat luar angkasa

KBR68H- India tengah mempersiapkan peluncuran pesawat ruang angkasa pertama ke planet Mars. Peluncuran ini sekaligus menjadikan India sebagai negara Asia Selatan yang mengerjakan proyek tersebut.

Kepala Badan Antariksa India mengatakan, misi ini akan membuktikan kemampuan teknologi mencapai Mars dan melaksanakan eksperimen. Pesawat yang bernama The Mars Orbiter Mission (MOM) ini akan meluncur dari roket buatan India di Sriharikota, Selasa waktu setempat.

Jika peluncuran berjalan dengan baik, pesawat ruang angkasa diatur untuk perjalanan selama 300 hari dan mencapai orbit Mars pada bulan September 2014. Pesawat MOM seharusnya diluncurkan pada 28 Oktober lalu, namun peluncurannya ditunda akibat cuaca buruk di wilayah Pasifik. (BBC)

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik