apple, aplikasi peta, iphone, taiwan

KBR68H, Washington - Perusahaan raksasa komputer Apple Inc yang berbasis di Amerika telah menghilangkan kata-kata dalam aplikasi peta mobile yang menyatakanTaiwan sebagai bagian dari saingan politiknya, Cina.  Langkahnya untuk menghapus istilah provinsi Cina itu menyusul keluhan awal pekan ini dari pemerintah dan warga Taiwan yang marah.

Apple Inc mengubah aplikasi peta dalam model terbaru iPhone setelah kementerian luar negeri Taiwan mengajukan keberatan hari Minggu. Perubahan ini diumumkan hari Kamis oleh kementerian yang menyebut pulau Asia Timur itu hanya sebagai Taiwan  pada sistem operasi iPhone terbaru, dan tidak lagi menyebutnya sebuah provinsi Cina.

Cina mengklaim kedaulatan atas pemerintah Taiwan yang punya pemerintahan sendiri dan menegaskan bahwa kedua belah pihak akhirnya akan bersatu kembali meskipun adanya keberatan mendalam di pulau itu. Juru bicara kementrian luar negeri Taiwan Anna Kao mengatakan tuntutan pada Apple itu hanya merupakan salah satu kasus penegasan bahwa Taiwan mendapatkan perlakuan yang adil di mata internasional.

Anna Kao mengatakan pemerintah selalu mencari pemberian nama yang tidak pantas untuk Taiwan yang muncul secara internasional atau online. Kao mengatakan bahwa warga dan kantor-kantor pemerintah Taiwan selalu bekerja sama untuk menanggapi dan menuntut perubahan, dan Taiwan telah mencapai banyak hasil yang cukup baik dalam berbagai kasus.

Cina dan Taiwan telah memisahkan pemerintahannya sejak perang saudara Cina tahun 1940-an dan banyak warga Taiwan lebih memilih untuk menjaga jarak dari Komunis Cina meski hubungan memanas sejak tahun 2008. Beijing menggunakan pengaruh ekonominya untuk meminta pemerintah asing dan organisasi lainnya menganggap Taiwan sebagai bagian dari Cina.

Raymond Wu, direktur perusahaan konsultan risiko politik,            e-intelijen, berbasis di Taipei mengatakan perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga asing akan mencatat keluhan atas aplikasi peta Apple tersebut.

Jika mereka mulai membuat perbedaan antara Taiwan dan Cina, yang sudah seharusnya demikian, dan kemudian mudah-mudahan akan memiliki efek domino terhadap pihak lain, yang mungkin juga belum memperbarui keadaan itu.

Bulan April, kementerian luar negeri Taiwan memprotes pemerintah Amerika terkait situs perdagangan resmi yang mengelompokan Taiwan di bawah Cina, dan pihak Amerika membuat perubahan itu.

Para pakar juga mengatakan pemerintah Taiwan terus memperkarakan kasus-kasus berpengaruh seperti yang melibatkan Apple untuk mengingatkan dunia tentang otonominya. Langkah ini juga membantu presiden Taiwan yang pamor politiknya menurun, dengan rating dukungan masyarakat pada tingkat belasan persen. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!